INTERVENSI BERBASIS PESAN PENDEK UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS (TB)

Authors

  • Priskilla Tabitha Kaban Universitas Jambi
  • Zafira Dwi Amarta Putri Kamarullah Universitas Jambi
  • M Nabiel Ramadhan Universitas Jambi
  • Alya Aprillini Universitas Jambi
  • Rifqi Al Ariq Universitas Jambi
  • M. Ridwan Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i6.1526

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian iala bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam mengonsumsi obat melalui intervensi berbasis pesan singkat (SMS) yang mengingatkan dan memotivasi pasien setiap hari selama satu bulan. Metode yang digunakan dimulai dengan tahap analisis situasi untuk memahami kondisi pasien dan lingkungan tempat tinggalnya, termasuk wawancara dengan pasien untuk memperoleh informasi medis dan sosial. Data yang diperoleh dari observasi dan wawancara kemudian dianalisis untuk merancang intervensi yang sesuai. Program intervensi dilakukan dengan mengirimkan pesan SMS harian selama 21 hari yang berisi pengingat jadwal minum obat dan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Evaluasi efektivitas program dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan pasien pada akhir periode intervensi serta wawancara lanjutan untuk menilai perubahan perilaku. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan pasien dalam mengikuti jadwal pengobatan TB. Meskipun demikian, keberhasilan pengobatan juga dipengaruhi oleh faktor kesehatan lain seperti diabetes melitus. Dengan pendekatan sederhana ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap inovasi pelayanan kesehatan masyarakat dalam mendukung pengobatan TB.

Kata Kunci: Tuberkulosis, Edukasi, Penyakit Menular

               

References

Aisyan, S. D. S., & Lazuardi, L. (2021). Efektifitas short message service (sms) reminder terhadap kepatuhan pengobatan tuberkulosis paru di puskesmas kota palangka raya. Journal of Information Systems for Public Health, 4(3), 1. https://doi.org/10.22146/jisph.25900

Batubara, F. A., & Alamsyah Lukito. (2024). Hubungan Diabetes Mellitus Tipe Ii Dengan Risiko Peningkatan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Umum Haji Medan Tahun 2022. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, 23(2), 178–185. https://doi.org/10.30743/ibnusina.v23i2.615

Efrizal, W., & Johni, A. F. (2023). Asuhan Gizi Pada Penderita Skizofrenia dengan Diabetes Melitus dan Tuberkulosis: Tinjauan Kasus: Nutritional Care for Schizophrenics with Diabetes Mellitus and Tuberculosis: A Case Review. Jurnal Pangan Kesehatan Dan Gizi Universitas Binawan, 4(1), 12–41.

Fitri, L. D., Marlindawani, J., & Purba, A. (2018). Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(01), 33–42. https://doi.org/10.33221/jikm.v7i01.50

Fitriana, R. (2014). Angka Konversi Sputum Basil Tahan Asam Pada Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Diabetes Melitus Di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2009 - 2013. Procedia Manufacturing, 1(22 Jan), 1–17.

Hardianto, D. (2021). Telaah Komprehensif Diabetes Melitus: Klasifikasi, Gejala, Diagnosis, Pencegahan, Dan Pengobatan. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI), 7(2), 304–317. https://doi.org/10.29122/jbbi.v7i2.4209

Hitatami, E., Lestari, B., Susanto, H., Hilmanto, D., Dewi, T., & Sunjaya, D. K. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Kehamilan Risiko Tinggi melalui Layanan Pesan Singkat terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil The Impact of Health Education Through Short Message Service Towards Knowledge and Attitude on Highrisk Pregna. Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan Kebidanan Indonesia Universitas Padjadjaran, 1(21).

Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020.

Lubis, I. K., Harjoko, A., & Dewi, F. S. T. (2016). Desain Reminder System Berbasis SMS untuk Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus. Journal of Information Systems for Public Health, 1(1), 1. https://doi.org/10.22146/jisph.7286

Putri, N., & Isfandiari, M. (2013). Hubungan Empat Pilar Pengendalian Dm Tipe 2 dengan Rerata Kadar Gula Darah. Jurnal Berkala Epidemiologi, 234–243.

Rahman, I. A., Gunawan, A., Sundewi, A., Azi, D. P., & Ningtias, R. P. (2023). Penerapan Telenursing N-Smsi (Ners-Short Message Service Intervention) Terhadap Manajemen Post Perawatan Pasien Tuberkulosis. Jurnal Keperawatan, 15(September), 1381–1390.

Sitorus, F. E., & Barus, D. T. (2018). Hubungan Koping Stres Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Tuberkulosis Paru. Jurnal Keperawatan Dan Fisioterapi (Jkf), 1(1), 1–6. https://doi.org/10.35451/jkf.v1i1.47

Sasmita, H. Y., Prasetyowati, I., & Wahjudi, P. (2019). Prevalence And Risk Factors Of Diabetes Mellitus In Tuberculosis Patient At Patrang District Indonesia. Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease, 7(4), 79. https://doi.org/10.20473/ijtid.v7i4.7534

Widiastuti, W., Zulkarnaini, A., Mahatma, G., & Anita darmayanti. (2024). Review Artikel: Pengaruh Pola Asupan Makanan Terhadap Resiko Penyakit Diabetes. Journal of Public Health Science, 1(2), 108–125. https://doi.org/10.59407/jophs.v1i2.1066

Trisnawati, D., Samiasih, A., & Armiati, Y. (2024). Intervensi Konseling dan SMS Reminder untuk Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Paru. 15(1).

Yanti, Z. (2017). Pengaruh Diabetes Melitus Terhadap Keberhasilan. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(Mei 2017), 163–173. https://doi.org/10.20473/jbe.v5i2.2017.163-173

Yanti, Z. (2017). Effect of Diabetes Mellitus on Successful Treatment of Tuberculosis in Tanah Kalikedinding PHC. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(2), 163. https://doi.org/10.20473/jbe.V5I22017.163-173

Downloads

Published

2024-12-19

Issue

Section

Volume 2 Nomor 6 Desember 2024