IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI LITERASI DIGITAL GURU SMP DI KABUPATEN TANGERANG BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i6.1503Keywords:
Peningkatan Kompetensi, literasi digital, kurikulum merdeka.Abstract
Guru berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang pembelajaran atau bimbingan dan juga tugas tertentu. Jabatan fungsional guru adalah jabatan tingkat keahlian termasuk dalam semua rumpun pendidikan. dengan hal tersebut literasi digital sangatlah penting untuk dikuasai semua guru. dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah. Literasi digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses, keterampilan, dan pemahaman akan pentingnya literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk memperkuat literasi digital guru dalam implementasi kurikulum merdeka. Artikel ini bertujuan untuk melihat urgensi dan meningkatkan kompetensi guru dalam literasi digital melalui implementasi kurikulum merdeka, serta memberikan rekomendasi konstruktif untuk mengembangkan literasi digital guru. Beberapa peluang dalam penguatan literasi digital meliputi mempermudah akses informasi, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan metode yang bervariasi dan menarik, serta mengembangkan keterampilan kritis seperti berpikir, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkreasi. Disisi lain, beberapa tantangan dalam penguatan literasi digital melalui yaitu keterbatasan akses, kurangnya keterampilan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital, dan ketidakpahaman tentang manfaat serta dampak penggunaan platform digital dalam proses pembelajaran. Beberapa masih menganggap platform digital hanya sebagai alat hiburan atau sarana komunikasi, bukan sebagai alat pembelajaran yang serius. Upaya meningkatkan literasi digital diharapkan dapat membantu guru mencapai profesionalisme yang lebih tinggi dengan pemahaman yang mendalam mengenai esensi kurikulum merdeka, kompetensi yang diperlukan oleh pendidik, dan pentingnya literasi digital. Dengan demikian, guru dapat menguasai literasi digital dengan baik, menjalankan tugas mereka secara optimal dan profesional, dan siap menghadapi tantangan pendidikan sesuai dengan kurikulum merdeka.
References
A’yuni, Q. Q. (2015). Literasi Digital Remaja Di Kota Surabaya: Studi Deskriptif tentang Tingkat Kompetensi Literasi Digital pada Remaja SMP, SMA dan Mahasiswa di Kota Surabaya. LibriNet, 4(2), 1–15. https://repository.unair.ac.id/17685/
Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Pub.
H.Mahi M.Hikmat, Jurnalistik Literary Journalism, Jakarta: Prenada Media Group 2018
Salsabila, U. H., & Agustian, N. (2021). Peran Teknologi Pendidikan Dalam Pembelajaran. Islamika: Jurnal
Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 3(1), 123–133.
Afandi, Junanto, T., & Afriani, R. (2016). Implementasi Digital-Age Literacy Dalam Pendidikan Abad 21 Di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains, 3(0), 2016–2113. https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/snps/article/view/9820
Akbar, M. F., & Anggraeni, F. D. (2017). Teknologi Dalam Pendidikan : Literasi Digital dan Self-Directed Learning pada Mahasiswa Skripsi. Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1). https://doi.org/10.23917/indigenous.v1i1.4458
Bawden, D. (2001). Information and digital literacies: A review of concepts. Journal of Documentation, 57(2), 218–259. https://doi.org/10.1108/EUM0000000007083
Eshet, Y. (2004). Digital Literacy: A Conceptual Framework for Survival Skills in the Digital era. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 13(1), 93–106. http://www.editlib.org/p/4793/%5Cnfiles/364/Eshet and Eshet - 2004 -Digital Literacy A Conceptual Framework for Survi.pdf%5Cnfiles/459/4793.html
Friedman, T. (2007). The world is flat : a brief history of the twenty-first century. In The World is Flat: a Brief History of Twenty-First Century. Picador/Farrar Straus and Giroux ;Distributed by Holtzbrinck Publishers.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Pub.
Hague, A. C., & Payton, S. (2010). Digital literacy across the curriculum. In Futurelab (p. 58). http://www2.futurelab.org.uk/resources/documents/handbooks/digital_literacy.pdf%5Cnwww.futurelab.org%5Cnwww.futurelab.org.uk/%5Cnprojects/digital-participation
Kurnianingsih, I., Rosini, R., & Ismayati, N. (2017). Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital Bagi Tenaga Perpustakaan Sekolah dan Guru di Wilayah Jakarta Pusat Melalui Pelatihan Literasi Informasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), 3(1), 61. https://doi.org/10.22146/jpkm.25370
Martin, A. (2008). Digital Literacy and the “Digital Society.” In C. Lankshear & M. Knobel (Eds.), Digital Literacies: Concepts, Policies & Practices (pp. 151–176). Peter Lang. https://pages.ucsd.edu/~bgoldfarb/comt109w10/reading/LankshearKnobel_et_al-DigitalLiteracies.pdf
Pilliang, Y. (2012). MASYARAKAT INFORMASI DAN DIGITAL: Teknologi Informasi dan Perubahan Sosial. Jurnal Sosioteknologi, 11(27), 143–155.
Suradika, A. (2000). Metode Penelitian Sosial. UMJ Press. Umam, Kaiful; Zaini, I. (2013). Penerapan Media Digital Dalam Pembelajaran Apresiasi Batik Kelas X SMA Negeri
Blega. Jurnal Pendidikan Seni Rupa, 1(1), 100–105. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/i
ndex.php/va/article/view/9788
Suryana, C., & Muhtar, T. (2022). Implementasi Konsep Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara Di Sekolah Dasar Pada Era Digital. Jurnal Basicedu,6(4),6117–6131. Https://Doi.Org/10.31004/Basicedu.V6i4.3177
Yulisnawati Tuna, & Kualitas, P. (2021). Literasi Digital Dalam Pembelajaran Di Sd Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidik. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar,2005 (November), 388–397.






















