TEKNOLOGI PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT DAN PEMANFAATAN SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TERIGU DALAM PEMBUATAN COOKIES DI DESA ARGA INDAH

Authors

  • Rita Hayati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Neti Kesumawati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Yukiman Armadi Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Jafrizal Jafrizal Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Neli Definiati Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Indonesia
  • Edi Efrita Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Indonesia
  • Elni Mutmainah Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Indonesia
  • Surya Ade Saputra Universitas Muhammadiyah Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i3.733

Keywords:

Biji Alpukat, Cookies, kelestarian lingkungan

Abstract

Masyarakat di Desa Arga Indah Kecamatan Marigi Sakti  Kabupaten Bengkulu Tengah pada umumnya memiliki mata pencaharian bertani dan berdagang. Masyarakatnya  mengharapkan ada penyuluhan bagaiman menambah pemasukkan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu melalui upaya memanfaatkan limbah hasil   pertanian yang dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menambah pemasukkan keuangan keluarga. Pada umumnya petani hanya membuang biji alpukat yang dihasilkan di Desa Arga Indah. Buah alpukat merupakan salah satu buah yang diminati banyak orang, namun disisi lain bijinya hanya dijadikan limbah yang belum termanfaatkan karena pada umumnya, bagian yang dimanfaatkan dari buah alpukat hanyalah daging buahnya saja sedangkan bagian lainnya dibuang dan menjadi limbah. Bagian terbuang yang masih dapat dimanfaatkan misalnya biji. Biji alpukat yang dianggap sebagai limbah memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu sekitar 80,1% yang dapat dimanfaatkan menjadi berbagai cemilan makanan ringan antara lain Cookies. Untuk itu diperlukan pendidikan kepada masyarakat tani  bagaimana teknologi pengolahan biji Alpukat menjadi Tepung yang kemudian dapat dimanfaatkan menjadi  beberapa olahan makanan ringan seperti Cookies. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini berupa penyuluhan. Pelatihan Teknologi pembuatan Tepung Biji Durian dan praktek menggunaanya dalam pembuatan Cookies Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini, yaitu berupa penyuluhan dengan metode ceramah dan diskusi untuk pendalaman. Kemudian dilanjutkan dengan pembimbingan praktek lapangan dan monotoring. Hasil yang dicapai dalam pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya ketrampilan petani dalam teknologi pembuatan tepung biji alpukat dan pembuatan Cookies dan menambah wawasan petani dalam memanfaatkan biji Alpukat menjadi sesuatu yang dapat menambah pendapatan keluarga petani dan juga dapat memelihara lingkungan dengan menfaatkan biji alpukat yang berupa Limbah.

References

Barbosa-Martín, E., Chel-Guerrero, L., González-Mondragón, E., & Betancur-Ancona, (2016). Chemical and technological properties of avocado (Persea americana Mill.) seed fibrous residues. Food and Bioproducts processing, 100, 457-463.

Brown, A. 2000. Understanding Food: Principles and Preparation. Wadsworth Inc., Belmont.

Fajiarningsih, H. 2013. Pengaruh penggunaan komposit tepung kentang (Solanum tuberosum L) terhadap kualitas cookies. Food Science and Culinary Education Journal. 2 (1) : 36-44.

Hayati. R. Pengolahan cemilan sehat Cookies berbahan bekatul sebagai pengganti tepung terigu, 2019.

Manley, D. 2000. Technology of Biscuits, Crackers, And Cookies. Third edition. Woodhead Publishing Limited, Cambridge.

Matz, S. A. dan T. D. Matz. 1978. Cookies and Crackers Technology. The AVI Publishing Co. Inc., Texas.Meyer,L.H. 1980. Food Chemistry. AVI Publishing Co., Wetport, Connecticut.

Midlanda, H. M., L. M. Lubis dan Z. Lubis. 2014. Pengaruh metode pembuatan tepung jagung dan perbandingan tepung jadung dan tepung beras terhadap mutu cookies. J. Rekayasa Pangan dan Pertanian. 2 (4) : 20-31.

Nurbaya, S. R dan T. Estiasih. 2013. Pemanfaatan talas berdaging umbi kuning (Colocasia esculenta (L.) Schott) dalam pembuatan cookies. J. Pangan dan Agroindustri. 1 (1) : 46-55.

Rangkuti, P. A., R. Hasbullah dan K. S. U. Sumariana. 2012. Uji performansi mesin penepung tepi disc (disc Mill) untuk penepungan juwawut (Setaria italica (L.) P. Beauvois. AGRITECH. 32 (1) : 66-72.

Simamora, A. S. K. Y., I. Suhaidi dan E. Yusraini. 2014. Pengaruh lama pengeringan kentang dan perbandingan tepung terigu dan tepung kentang terhadap mutu cookies kentang. J. Rekayasa Pangan dan Pert. 2 (3) : 1-10.

Smith, W. H. 1972. Biscuit, Crakers and Cookies. Applied Science Publisher Ltd, London. Vol. 1.

Susilowati, E., & Lestari, A. E. (2019). Pembuatan dan karakterisasi edible film kitosan pati biji alpukat (KIT-PBA). JKPK (Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia), 4(3), 197-204.

Turistyawati, R. 2011. Pemanfaatan tepung suweg (Amorphopallus campanulatus) sebagai substitusi tepung terigu pada pembuatan cookies. Skripsi. Program studi teknologi hasil pertanian. Universitas sebelas maret.

Wijayanti, W., T. Mahfud dan D. K. Bambang. 2015. Acceptance test oatmeal cookies dengan substitusi dedak padi. Teknobuga. 2 (2) : 9-17.

Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta.

Downloads

Published

2024-06-12

Issue

Section

ART