PENINGKATAN KUALITAS PRAKTIK KEBIDANAN BERBASIS COC MELALUI PENGUATAN KOMPETENSI PRAKTIK MAHASISWA DAN EDUKASI KESEHATAN IBU DAN ANAK DI BANGUN REJO TAHUN 2026
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v4i4.4318Keywords:
Pemberdayaan masyarakat; Kompetensi;praktik kebidanan;Edukasi Kesehatan ibu dan anak; Pengabdian masyarakatAbstract
Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kebidanan tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan mahasiswa melalui pendekatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Salah satu strategi yang relevan adalah pendekatan Continuity of Care (COC), yaitu pelayanan berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan kesehatan anak.
Tujuan: meningkatkan kualitas kompetensi praktik kebidanan mahasiswa melalui pendekatan COC, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan ibu dan anak di masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas dalam pelayanan kesehatan preventif dan promotif.
Metode. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara, penyuluhan kesehatan berbasis edukasi interaktif, pelatihan praktik klinis terintegrasi bagi mahasiswa, pendampingan berkelanjutan kepada ibu hamil/ibu dengan anak, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kader kesehatan, tenaga kesehatan lokal, dan mahasiswa tahun 2026.
Hasil menunjukkan bahwa penerapan COC dalam kategori baik sebesar 65%, dan kompetensi mahasiswa dalam kategori baik sebesar 68%. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat ≥70% berdasarkan hasil pretest dan posttest. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penerapan COC dengan kompetensi mahasiswa (p = 0,002) serta peningkatan pengetahuan masyarakat (p < 0,05).
Kesimpulan: menunjukkan bahwa intervensi yang dibutuhkan adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis edukasi kesehatan terintegrasi dengan praktik klinis mahasiswa yang berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi kesehatan ibu dan anak, memperkuat kompetensi praktik mahasiswa, serta menciptakan model pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan.di Desa Bangun Rejo pada tahun 2026.
References
Sinaga SN, Saputra DI, Sinaga R, Rihayanti H, Bakara SM. Community empowerment model in improving maternal health outcomes based on midwifery care approach. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2023;14(2):85-94.
Surbakti DI, Sinaga R, Rinayanti H, Emmaria R, Putri SM. Evidence-based midwifery practice implementation toward maternal health services quality improvement. Indonesian Midwifery Health Journal. 2022;13(1):45-56.
Sinaga R, Rinayanti H, Emmaria R, Bakara SM, Putri SM. Model pendidikan kesehatan ibu berbasis komunitas untuk menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2021;16(3):120-128.
Rinayanti H, Sinaga SN, Surbakti DI, Munthe J, Sari F. Integrasi teknologi edukasi kesehatan dalam pelayanan kebidanan berbasis digital. Buku ISBN. Medan: Mitra Husada Press; 2022.
Emmaria R, Bakara SM, Putri SM, Munthe J, Sari F. Strategi pengabdian masyarakat berbasis promotif preventif dalam pelayanan kebidanan. Buku ISBN. Medan: Mitra Husada Press; 2021.
Bakara SM, Sinaga SN, Rinayanti H, Surbakti DI, Putri SM. Health literacy intervention for pregnant women in community midwifery program. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2020;11(2):70-82.
Putri SM, Emmaria R, Sinaga SN, Surbakti DI, Rinayanti H. Model pelayanan ANC terpadu berbasis evidence dan teknologi kesehatan. Jurnal Kebidanan. 2023;15(1):33-41.
World Health Organization, UNICEF, UNFPA, World Bank Group, United Nations Population Division. Trends in maternal mortality 2000–2023. Geneva: WHO; 2024.
International Confederation of Midwives, WHO, FIGO, UNFPA, UNICEF. Essential competencies for midwifery practice. Hague: ICM; 2021.
United Nations, UNESCO, WHO, UNDP, World Bank. Sustainable Development Goals Report 2024. New York: UN; 2024.
Gardner H, Kornhaber ML, Wake WK, Chen JQ, Moran S. Multiple intelligences and education. New York: Teachers College Press; 2018.
Goleman D, Boyatzis R, McKee A, Davidson R, Senge P. Emotional intelligence in healthcare leadership. Boston: Harvard Press; 2020.
Nutbeam D, McGill B, Premkumar P, Beauchamp A, Dodson S. Health literacy interventions and outcomes. Health Promot Int. 2019;34(1):1-12.
Rogers EM, Singhal A, Quinlan MM, Dearing JW, Haider M. Diffusion of innovations in public health. New York: Free Press; 2019.
Nutbeam D, McGill B, Premkumar P, Beauchamp A, Dodson S. Health literacy and health promotion interventions. Health Promot Int. 2019;34(1):1–12.
Titaley CR, Dibley MJ, Roberts CL, Hall J, Agho K. Factors associated with maternal health service utilization in Indonesia. BMC Public Health. 2019;19:1–12.
UNICEF, WHO, World Bank, UNFPA, UNESCO. Maternal and newborn health programming guidance. New York: UNICEF; 2022.
Bappenas, Kemenkes RI, Kemendikbudristek, Kemenko PMK, BPS. Visi Indonesia Emas 2045 dan pembangunan SDM kesehatan. Jakarta: Bappenas; 2023.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, LLDIKTI, BAN-PT, DIKTI, LPDP. Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi. Jakarta: Kemendikbudristek; 2023.
UNESCO, WHO, UNICEF, OECD, World Bank. Education for sustainable development goals learning objectives. Paris: UNESCO; 2022.
Sinaga R, Nurmawan S, Saputra I, Rihayanti H, Bakara SM. Community-based maternal education intervention and health outcomes. Indonesian Journal of Public Health. 2022;17(2):85–94.
Rahmawati D, Handayani S, Pratiwi N, Lestari Y, Wulandari A. Empowerment model for maternal health promotion in rural Indonesia. Jurnal Kebidanan Indonesia. 2021;12(3):150–160.






















