EDUKASI KESEHATAN REPODUKSI PADA REMAJA
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v4i3.4185Abstract
Remaja pertengahan mengalami perubahan fisik yang semakin sempurna. Pada tahap ini remaja mulai mencari identitas diri, timbul keinginan untuk berkencan dengan lawan jenis, berkhayal tentang aktifitas sex. Selain itu cenderung berperilaku agresif yang ditandai dengan emosi berlebih dalam merespon kejadian. Perubahan fisik maupun emosi remaja memerlukan edukasi yang benar dan sesuai tahap perkembanganya agar remaja mempunyai pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reprodukasi di SMAN 1 Plosoklaten. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode edukasi tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksakanan pada tanggal 9-12 Maret 2026 di SMAN 1 Plosoklaten Kediri, dengan jumlah 40 orang remaja. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan persentase. Kegiatan ini menjelaskan tentang perubahan sistem reproduksi, SADARI, Kebersihan sistem reproduksi, resiko sex bebas dan pernikahan usia dini. Metode yang digunakan untuk edukasi pemaparan materi dan simulasi. Untuk evaluasi dilakukan menggunakan google form. Hasil pemahaman sebelum edukasi menunjukkan nilai rata-rata 62,5 dan setelah dilakukan edukasi, hampir seluruhnya menunjukkan nilai baik, dengan rata rata 87, 6. Edukasi ini penting dilakukan secara konsisten agar setiap siswa siswi dapat menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah perilaku negatf tentang sexual, baik oleh guru yang berkaitan dengan bidang ilmu atau PIC R.
References
Ayu, S.M. and Kurniawan, T. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Aborsi dengan Sikap Remaja terhadap Aborsi di MAN 2 Kediri Jawa Timur. Unnes J Public Health, 6. Available at: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph.
Ariyanti, K.S., Sariyani, M.. and Utami, L. (2019). Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur. Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE
BKKBN. (2021). Saatnya Remaja Indonesia Melek Kesehatan Reproduksi [Online]. Available at: https://www.bkkbn.go.id/berita-saatnya- remaja-indonesia-melek-kesehatan-reproduksi.
Cherry, A.L., Baltag, V. and Dillon, M.E. (2017). International Handbook on Adolescent Health and Development, Springer.
Cut Rahmi M et al,.(2023) Kesehata Reproduksi. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 5 No 1, 2023, 26-29
Donovan P. School based sexuality education: the issues and challenges. Family Planning Perspectives 2008; 30, 4: 188-193
Natiqotul Fatkhiyah, Masturoh, Dwi atmoko (2020), Edukasi Kesehatan Reproduksi, Mahakam Journal, Januari 2020, Vol. 4 No. 01. http://dx.doi.org/ 10.24903/jam.v4i1.776
Rima Wirenviona & AA Istri Dalem Cintya Riris (2020) Edukasi Kesehatan Reproduksi, Penerbit Airlangga University Press, e-ISBN 9786024735838
Astikasari, N. D., & Kofi, J. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi terhadap perilaku menghadapi Premenstruasi Sindrom pada Remaja. Journal for Quality in Women’s Health, 5(1), 8–16.
Wulan, S., Lubis, B., Ginting Munthe, N. B., Sembiring, I. M., & Gurusinga, R. (2021). Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Premenstruasi Syndrome. Jurnal Kesmas Dan Gizi (Jkg), 4(1), 51–57. https://doi.org/10.35451/jkg.v4i1.847
Wulandari, & Damayanti, S. (2020). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Remaja Putri Saat Premenstrual Syndrome (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada)






















