PELATIHAN PEMBUATAN BIOSAKA UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA TANAMAN JERUK MANIS (CITRUS SINENSIS)
Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan biosaka sebagai alternatif pendukung budidaya tanaman jeruk manis (Citrus sinensis) yang ekonomis dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang dilaksanakan pada mitra petani Omah Kebun Bumiaji, Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai peranan dan manfaat biosaka, sedangkan pelatihan difokuskan pada praktik pembuatan biosaka dengan memanfaatkan tanaman liar yang tumbuh di sekitar kebun jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami materi dan mempraktikkan pembuatan biosaka dengan baik. Larutan biosaka yang dihasilkan memiliki karakteristik berwarna hijau pekat homogen dengan nilai Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 650–656 yang memenuhi indikator keberhasilan. Biosaka yang dihasilkan dapat dibuat dengan biaya relatif rendah karena memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan kebun. Aplikasi biosaka pada budidaya jeruk manis menunjukkan kondisi tanaman yang lebih sehat, ditandai dengan daun yang hijau dan segar serta rendahnya gejala serangan penyakit. Selain itu, penerapan biosaka diikuti oleh peningkatan pendapatan hasil panen sekitar 10% dibandingkan periode panen sebelumnya. Simpulan kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pelatihan pembuatan biosaka efektif dalam meningkatkan kapasitas petani serta berpotensi mendukung budidaya jeruk manis yang lebih efisien, ekonomis, dan berkelanjutan.References
Anonim. (2017). Isi Kandungan Gizi Buah Jeruk Manis Komposisi Nutrisi Bahan Makanan, Nilai Gizi Buah Jeruk Manis. http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-buah-jeruk-manis-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html#.YrGP1HZBzIU
Rosa, Y., H, S. C., Cahyo H., S., Wilsya, M., Suryasin, Agustin, Y., Kasriani, & Wilsya, M. (2023). Edukasi Potensi Tanaman Jeruk Manis (Citrus sinensis L.) di Dunia Kecantikan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 60–67. https://doi.org/10.52395/ujpkm.v2i1.429
Anonim. (2025). Monografi Desa Bumiaji: Iklim Desa Bumiaji. Kota Batu, Jawa Timur. https://www.scribd.com/document/380855868/Profil-Desa-Bumiaji
Iksan, R. M., Debora, D. A., Mahdiyyah, R. E., Ramadhan, R., & Pamungkas, T. (2025). Pengelolaan Kebun Jeruk Manis (Citrus sinensis L. Osbeck) Lahan Pekarangan di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Jurnal Agroinotek, 6(2), 183–198. https://doi.org/10.21776/
Elidar, E., & Purwati, P. (2021). Pemakaian pupuk organik mampu menyediakan unsur hara dan memperbaiki tekstur tanah.
Nasrullah, N., dkk. (2023). Pupuk organik meningkatkan kandungan air tanah di dalam tanah dan air.
Firmansyah, F., Suparwata, D. O., & Sutrisno, E. (2023). Pengaruh Penerapan Metode Pertanian Organik dan Penggunaan Pupuk Hayati pada Kualitas Hasil Panen dan Keuntungan Bisnis Petani Buah-Buahan di Jawa Timur. Jurnal Multidisiplin West Science, 2(12), 1114–1126. https://doi.org/10.58812/jmws.v2i12.857
Sumartono, E., dkk. (2023). Biosaka sebagai ekstrak tanaman yang merangsang akumulasi fitoaleksin guna peningkatan aktivasi dan ekspresi gen dalam biosintesis metabolit sekunder.
Anindita, D. C., & Nareswari, A. H. P. (2023). Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Refugia Sebagai Alternatif Pengendalian Hama Pada Tanaman Padi di Desa Begadung, Kabupaten Nganjuk. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 29(3), 430–435. https://doi.org/10.24114/jpkm.v29i3
Hartati, S. Y. (2012). Tanaman Akar Kucing, Sambiloto, dan Temulawak Sebagai Elisitor Penginduksi Ketahanan Tanaman Jahe Terhadap Penyakit Layu Bakteri. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 23(2), 161–168. https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3638
Rampe, H., Umboh, S., Rumondor, M., & Rampe, M. (2019). Pemanfaatan Elisitor Ekstrak Tumbuhan dalam Budidaya Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.). VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 1(1), 26–33. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/vivabio/issue/view/2340
Mauboy, dkk. (2023). Pengaplikasian biosaka mampu menekan penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
Efendy, dkk. (2020). Pemanfaatan tanaman liar atau gulma sebagai bahan biosaka.
Mardikanto, T. (2010). Metode penyuluhan efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap inovasi atau teknologi baru.
Notoatmodjo, S. (2012). Pelatihan meningkatkan keterampilan peserta melalui praktik langsung sehingga mampu menguasai teknik secara mandiri.
Suharto, E. (2005). Pendampingan untuk memastikan peserta mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh.
Rampe, H. (2021). Pemanfaatan tanaman yang memiliki fungsi sebagai pestisida alami dalam pembuatan biosaka.
Tustiyani, I., Nurjanah, D. R., Maesyaroh, S. S., & Mutakin, J. (2019). Identifikasi Keanekaragaman dan Dominansi Gulma pada Lahan Pertanaman Jeruk (Citrus sp.). Kultivasi, 18(1), 779–783. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v18i1.18933
Hazriani, R., Suci, U., Vitri, Y., Manurung, R., & Agustine, L. (2023). Transfer Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Biosaka Untuk Budidaya Sayur Pekarangan di Desa PAL IX, Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Abditani, 7(1), 54–59. https://doi.org/10.31970/abditani.v7i1
Lutfiah, A., & Habibah, N. A. (2022). Pengaruh Pemberian Elisitor Ekstrak Khamir pada Pertumbuhan Kultur Kalus Gembili dengan Penambahan ZPT 2,4-D dan Kinetin. Indonesian Journal of Mathematics and Natural Sciences, 45(2), 77–83. https://doi.org/10.15294/ijmns.v45i2.39728
Reflis, E., Sumartono, E., Arianti, N. N., & Sukiyono, K. (2023). Biosaka Pengembangan Pertanian Organik. Community Development Journal, 4(2), 2939–2945. https://doi.org/10.31004/cdj.v4i2.14691
Holifah, dkk. (2025). Penggunaan larutan biosaka memicu tanaman menghasilkan metabolit sekunder sebagai pertahanan terhadap serangan patogen.






















