PENINGKATAN LITERASI HERBAL BERBASIS EVIDENCE-BASED MEDICINE MELALUI KULIAH UMUM PADA MAHASISWA KESEHATAN
Abstract
ABSTRAK
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi herbal berbasis evidence-based medicine pada mahasiswa kesehatan melalui kegiatan kuliah umum interaktif. Metode pengabdian yang digunakan berupa pendekatan edukatif partisipatif kepada 45 mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Biomedis dan S1 Ilmu Keperawatan Universitas Syedza Saintika. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan pretest, penyampaian materi, polling digital interaktif, diskusi kasus, posttest, dan evaluasi kepuasan peserta. Materi yang diberikan meliputi konsep evidence-based herbal, keamanan herbal, interaksi herbal-obat, tahapan penelitian herbal, serta kemampuan critical appraisal terhadap informasi kesehatan digital. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase peningkatan pemahaman peserta. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator pengetahuan setelah kegiatan berlangsung. Pemahaman mengenai evidence-based herbal meningkat dari 44,4% menjadi 91,1%, tahapan penelitian herbal dari 40,0% menjadi 88,9%, pemahaman efek samping herbal dari 46,7% menjadi 93,3%, interaksi herbal-obat dari 37,8% menjadi 84,4%, serta kemampuan membedakan hoaks kesehatan dari 42,2% menjadi 86,7%. Selain itu, mayoritas peserta menyatakan sangat puas terhadap materi, metode penyampaian, dan manfaat kegiatan. Simpulan pengabdian ini menunjukkan bahwa kuliah umum interaktif berbasis evidence-based medicine efektif meningkatkan literasi herbal, scientific literacy, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa kesehatan terhadap penggunaan herbal secara rasional dan ilmiah di era digital.
References
Almech, M., et al. (2024). Medical students’ knowledge and perceptions of herbal medicine in Saudi Arabia. Advances in Medical Education and Practice, 15, 1241–1253. https://doi.org/10.2147/AMEP.S497642
Ali, H. H., et al. (2024). Perception and use of herbal medicine in general practice patients. Healthcare, 12(4), 410. https://doi.org/10.3390/healthcare12040410
Balkrishna, A., et al. (2024). Exploring the safety, efficacy, and bioactivity of herbal remedies. Future Integrative Medicine, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.14218/FIM.2023.00086
Bent, S. (2008). Herbal medicine in the United States. Journal of General Internal Medicine, 23(6), 854–859. https://doi.org/10.1007/s11606-008-0632-y
Calixto, J. B. (2019). The role of natural products in modern drug discovery. Anais da Academia Brasileira de Ciências, 91(3), 1–7. https://doi.org/10.1590/0001-3765201920190105
Ekor, M. (2014). The growing use of herbal medicines: Issues relating to adverse reactions and challenges in monitoring safety. Frontiers in Pharmacology, 4, 177. https://doi.org/10.3389/fphar.2013.00177
Ernst, E. (2000). Herbal medicines: Where is the evidence? BMJ, 321(7258), 395–396. https://doi.org/10.1136/bmj.321.7258.395
Heinrich, M. (2020). Ethnopharmacology and drug discovery. Frontiers in Pharmacology, 11, 1–5. https://doi.org/10.3389/fphar.2020.00014
Krsnik, S., et al. (2024). Factors influencing use of medicinal herbs. Global Advances in Integrative Medicine and Health, 13, 1–11. https://doi.org/10.1177/23743735241241181
Natto, Z. S., et al. (2022). Assessing knowledge of herbal medicine course for dental students. BMC Complementary Medicine and Therapies, 22, 325. https://doi.org/10.1186/s12906-022-03801-z
Posadzki, P., et al. (2013). Herb-drug interactions. British Journal of Clinical Pharmacology, 75(3), 603–618. https://doi.org/10.1111/j.1365-2125.2012.04350.x
Welz, A. N., et al. (2018). Integrative medicine and herbal therapies. Medical Clinics of North America, 102(1), 65–83. https://doi.org/10.1016/j.mcna.2017.09.008
World Health Organization. (2013). WHO traditional medicine strategy 2014–2023. Geneva: World Health Organization.






















