PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SANTRI TERKAIT PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN OBAT SECARA MANDIRI
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v4i4.3662Abstract
Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan santri terkait penggunaan dan pengelolaan obat secara mandiri di Pondok Pesantren/Dayah Jami’ah Al-Aziziyah Putri. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan penyuluhan kesehatan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test sebagai alat ukur tingkat pengetahuan santri. Penyuluhan diberikan kepada santriwati jenjang SMK dan perguruan tinggi dengan materi mengenai golongan obat, penggunaan obat yang rasional, dosis dan waktu minum obat, serta tata cara penyimpanan obat yang benar. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar santri memiliki tingkat pemahaman yang kurang baik mengenai pengelolaan obat secara mandiri sebesar 86,3%, kemudian setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan tingkat pemahaman baik mencapai 95,7%. Santri juga mampu menjawab pertanyaan evaluasi dengan baik serta menunjukkan peningkatan kesadaran dalam penggunaan obat secara aman dan rasional. Simpulan pengabdian ini adalah penyuluhan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri terkait penggunaan dan pengelolaan obat secara mandiri sehingga dapat meminimalkan risiko kesalahan penggunaan obat (medication error).
References
Atiqah, N., Sulhan, A., Ardaniah, N. H., & Rahmadi, M. S. (2024). Periodisasi Perkembangan Anak pada Masa Remaja : Tinjauan Psikologi. 1(1), 9–36.
Dhoan Tri Hantoro, L. P. (2013). Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti-Inflamasi NonSteroid (AINS) Oral. https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/uu-36-2009/
Dinas Kesehatan Rembang. (2024). Tata Cara Pengelolaan Obat yang Baik dan Benar Melalui Program Dagusibu. dinkominfo rembang. https://dinkes.rembangkab.go.id/tata-cara-pengelolaan-obat-yang-baik-dan-benar-melalui-program-dagusibu/
Harahap, N. A., & Tanuwijaya, J. (2017). Tingkat Pengetahuan Pasien dan Rasionalitas Swamedikasi di Tiga Apotek Kota Panyabungan. 3(May), 186–192. https://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/124
Hidayat, U. A., Hidayat, A. A. S., Bahtiar, Y., Keperawatan, J., & Kemenkes, P. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Scabies dengan Kejadian Penyakit Scabies pada Santri Manbaul Ulum. 4(2), 33–38.
Kemenkes. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/uu-36-2009/
Kurniawansyah, I. S., Sopyan, I., & Mita, S. R. (2018). Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Mata Bagi Tenaga Kesehatan Desa Cilayung Kecamatan Jatinangor. Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 7(4), 265–268.
Maria, L., Seran, A., Ardinata, I. P. R., Windydaca, D., Putri, B., Arimbawa, I. P. E., Arya, I. N., & Megantara, P. (2025). Profil Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Terapi Complementary And Altenative Medicine ( CAM ) Mahasiswa Farmasi Profile of Knowledge , Attitudes and Behavior of Complementary and Alternative Medicine ( CAM ) Therapy of Pharmacy Students. 9(1), 37–44.
Nurul Aida Fauziah. (2016). Gambaran Pengetahuan Swamedikasi Demam oleh Ibu di Desa Pojok Kidul Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. UMY. https://etd.umy.ac.id/id/eprint/73222/
Pambudi, R. S., Utami, W. P., Putri, A., & Ishariyanto, R. (2025). Edukasi Pengelolaan Obat Secara Mandiri Pada Masyarakat Lansia. JOMPA ABDI Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1–5.
Prabowo, W. L. (2021). Teori Tentang Pengetahuan Perespan Obat. Jurnal Medika Hutamalk, 02(04).
Primadiamanti, A., Hasanah, L. S., Haska, A., & Hillari, G. (2025). Edukasi Mendapatkan Menyimpan dan Membuang Obat Dengan Benar (Dagusibu) Di Lingkungan Universitas Malahayati. 8(2), 158–165.
Pujiastuti, A., & Kristiani, M. (2019). Sosialisasi DAGUSIBU ( Dapatkan , Gunakan , Simpan , Buang ) obat dengan benar pada guru dan karyawan SMA Theresiana I Semarang. 1(1), 62–72.
Purnaningtyas, S. R. D., Iksen, Andaririt, D. R., Dermawan, Maududi, A., Zamruddin, Masyithah, N., Syahputra, H. D., Rahmawati, N., Sri Budiasih, E. P. T., Obenu, N. M., Kamal, H. S., Nur Aeni, N. A., & Oktavianis. (2025). Kimia Medisinal Farmasi. Get Press Indonesia. https://books.google.co.id/books?id=ECe2EQAAQBAJ&pg=PA31&dq=obat-obatan+memiliki+jalur+masuk+yang+berbeda&hl=en&sa=X&ved=2ahUKEwifnoqOoI2UAxWzxTgGHUqHN64Q6AF6BAgGEAE#v=onepage&q=obat-obatan memiliki jalur masuk yang berbeda&f=false
Rohman, A. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Santri dalam Pencegahan Kejadian Skabies di Pondok Pesantren Al Mawardi Desa Pasanggar Kabupaten Pamekasan. 4(2), 90–97.
Sari, N., Alfredo, M. F., Lestari, A. D., & Amanda, N. F. (2023). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Scabies Santri Pondok Pesantren Barokatul Ishlah Desa Rantau Karya. 2(2), 63–67.
Utama, T., Zhohiroh, J. F., Okupasi, B. K., Kedokteran, F., Lampung, U., Kedokteran, F., & Lampung, U. (2023). Pengetahuan Masyarakat dalam Penyimpanan dan Pembuangan Obat Sisa , Obat Rusak dan Obat Kedaluwarsa Public Knowladge in Storing and Disposing of Remaining Drugs , Damaged Drugs and Expired Drugs. Medula, 13, 78–82.






















