RESILIENSI COMMUNITY BASED TOURISM DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PRIVATISASI PARIWISATA DI YOGYAKARTA (Studi Kasus : Resiliensi Eksistensi Destinasi Wisata Tebing Breksi)

Authors

  • Meilia Wulansari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta
  • Agung Prabowo Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i4.2871

Abstract

Community Based Tourism saat ini harus menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan eksistensinya di tengan persaingan pariwisata yang berbasis padat modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana destinasi wisata yang berbasis Community Based Tourism, seperti destinasi wisata Tebing Breksi mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan privatisasi pariwisata di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi non partipasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola destinasi wisata Tebing Breksi menerapkan berbagai strategi resiliensi, di antaranya inovasi atraksi alam, budaya, dan minat khusus yang bertujuan untuk menciptakan memorable tourism experience. Atraksi alam menawarkan keindahan alam yang berupa formasi Batuan Breksi Piroklastik yang saat ini telah ditetapkan sebagai situs geoheritage, lanskap sunset, Gunung Merapi, Candi Prambanan, dan lampu kota. Atraksi budaya menawarkan pertunjukkakn seni lokal seperti Tari Sanggar Laksita Krida Sambi, Kudho Song Pacc, dan Bedhol Desa. Selanjutnya, minat khusus terdri dari aktivitas petualangan, seperti jeep tour dan camping. Strategi resiliensi yang lainnya adalah penguatan pada kualitas SDM melalui partipaspi aktif di pelatihan, praktik, dan pendampingan secara langsung. Strategi resiliensi yang lain berfokus pada penguatan pengelolaan manajemen internal komunitas dan meningkatkan kolaborasi dengan basis model pentahelix. Namun penelitian ini menemukan beberapa tantangan, seperti destinasi wisata Tebing Breksi belum menjadi pilihan utama bagi wisatawan dan tantangan berupa kendala regenerasi pengurus destinasi wisata Tebing Breksi. Dengan adanya penelitian ini dapat menunjukkan bahwa pengelola destinasi wisata Tebing Breksi melakukan beragam upaya dan melibatkan berbagai pihak untuk mempertahankan eksistensi dari destinasi wisata Tebing Breksi.

Kata kunci : Resiliensi Destinasi Wisata CBT, Destinasi Wisata Padat Modal, Destinasi Wisata Tebing Breksi, Model Pentahelix, Privatisasi Pariwisata.

References

Anwar, Moch. S., Wibowo, A., & Kartono, D. T. (2023). Model dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. DEDIKASI PKM, 4(3), 398. https://doi.org/10.32493/dedikasipkm.v4i3.32778

Arum, D. S., Padmaningrum, D., & Winarno, J. (2022). Kajian Dimensi Community-based Tourism dalam Pengembangan Desa Wisata Sumberbulu. AGRITEXTS: Journal of Agricultural Extension, 46(1), 45. https://doi.org/10.20961/agritexts.v46i1.61416

Aziz, M. H. (2022). Model Pariwisata Digital dalam Pengembangan Pariwisata Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(3), 2279. https://doi.org/10.33087/jiubj.v22i3.2246

Ba’abdullah Muchammad, E., Kurniawati, E., & Santi Rozakiyah, D. (2021). Resiliensi Pelaku Wisata Masyarakat Desa Ngadas dalam Menghadapi Pandemi COVID-19. SOSIETAS, 11(2), 123–134. https://doi.org/10.17509/sosietas.v11i2.41609

Fadhil, R. M., & Zaenuri, M. (2021). Strategi recovery Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kota Yogyakarta pada masa new normal. Jurnal Pemerintahan Dan Kebijakan (JPK), 2(2), 60-71.

Fifiyanti, D. (2023). PENERAPAN KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA BURAI. Jurnal Industri Pariwisata, 5(2), 201–208. https://doi.org/10.36441/pariwisata.v5i2.1425

Gargano, G. (2021). The Bottom-Up Development Model as a Governance Instrument for the Rural Areas. The Cases of Four Local Action Groups (LAGs) in the United Kingdom and in Italy. Sustainability, 13(16), 9123. https://doi.org/10.3390/su13169123

Isidiho, A. O., & Sabran, M. S. B. (2016). Evaluating the Top-Bottom and Bottom-Up Community Development Approaches: Mixed Method Approach as Alternative for Rural Un-Educated Communities in Developing Countries. Mediterranean Journal of Social Sciences. https://doi.org/10.5901/mjss.2016.v7n4p266

Lepar, B., & Sari, W. (2024). Strategi Pengembangan SDM untuk Keberlanjutan Desa Wisata Cikolelet, di Banten. Jurnal Pariwisata dan Perhotelan, 2(1), 15. https://doi.org/10.47134/pjpp.v2i1.3314

Meri Anti Khusnawati & Amin Wahyudi. (2023). Penerapan Konsep Community Based Tourism (CBT) dalam Pengelolaan Desa Wisata Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat. Tourism Scientific Journal, 9(1), 28–39. https://doi.org/10.32659/tsj.v9i1.303

Pitasari, D. N. & Nurul Aulia Dewi. (2024). STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA WISATA CIKOLELET. TECHNO-SOCIO EKONOMIKA, 17(2), 200–211. https://doi.org/10.32897/techno.2024.17.2.3847

Pujiastuti, E. E., Hendariningrum, R., Ashrianto, P. D., & Koraag, T. (2023). PENGEMBANGAN POTENSI DESA WISATA SENDANGDALEM, KEBUMEN, JAWA TENGAN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA. at-tamkin: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(1), 20–31. https://doi.org/10.33379/attamkin.v6i1.2317

Rachmawati, I., Ardhanariswari, K. A., & Hendariningrum, R. (2024). Cultural Heritage in Sustainable Tourism. Journal of Social and Political Sciences, 7(4). https://doi.org/10.31014/aior.1991.07.04.525

Rochaeni, A., Yamardi, & Noer Apptika Fujilestari. (2022). Model Pentahelix dalam Pengembangan Pariwisata di Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. NeoRespublica: Jurnal Ilmu Pemerintahan, 4(1), 124–134. https://doi.org/10.52423/neores.v4i1.38

Safitri, D., Akwila, T., Nugraha, R. N., & Nurmanto, V. C. (2023). Resiliensi Destinasi Wisata Telaga Warna Puncak Setelah Pandemi Covid-19. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(2), 747–755. https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i2.66158

Safitri, H., & Kurniansyah, D. (2021). Analisis komponen daya tarik desa wisata. Journals of Economic and Bussiness Mulawarman, 18(4), 497-501.

Setiawan, O., & Suryantari, Y. (2024). Strategi Pengembangan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Menuju Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Kajian Pariwisata, 6(2), 166-174.

Suganda, A. D. (1970). KONSEP WISATA BERBASIS MASYARAKAT. I-ECONOMICS: A Research Journal on Islamic Economics, 4(1), 29–41. https://doi.org/10.19109/ieconomics.v4i1.2181

Syarifah, R., & Rochani, A. (2022). Studi Literatur: Pengembangan Desa Wisata Melalui Community Based Tourism Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Kajian Ruang, 1(1), 109. https://doi.org/10.30659/jkr.v1i1.19983

Syafiqah, K. K., Nurdin, D. A., & Putri, F. M. (2022). Implementasi Konsep Community Based Tourism (CBT) Dalam Mendukung Pengelolaan Pariwisata Berkelanjutan pada Destinasi Wisata Sanghyang Kenit di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Pecinta Alam dan Lingkungan, 1(2).

Takome, S., Suwu, E. A., & Zakarias, J. D. (2021). Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Lokal Di Desa Bobanehena Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Ilmiah Society, 1(1).

Wiwin, I. W. (2020). Community based tourism dalam pengembangan pariwisata Bali. Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Agama dan Budaya, 3(1), 69-75.

Yanis Putri Mahanani & Haniek Listyorini. (2021). PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA WISATA CEMPAKA, BUMIJAWA, KABUPATEN TEGAL. Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU), 1(1), 351–364. https://doi.org/10.51903/semnastekmu.v1i1.126

Downloads

Published

2025-08-17