RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA REMAJA YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i4.2862Keywords:
Remaja, ROP, PMSAbstract
Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, emosional dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi. Pada remaja awal memiliki pengalaman yang perbeda - beda saat mengalami PMS tentang gejala maupun faktor yang memperberat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang Premenstrual syndrome di SMPN 1 Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode edukasi dan tentang PMS dan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan dilaksanakan Di SMPN 1 Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk pada tanggal 28-30 April 2025, dengan jumlah 71 orang. Hasil analisis data menggunakan persentase, sebelum diberikan edukasi didapatkan hasil 56 orang mengalami gejala PMS: nyeri perut, perubahan emosional seperti mudah tersinggung dan mudah terstimulasi marah. Gejala PMS dengan hasil manifestasi terkecil adalah nyeri panggul. Berdasarkan manifestasi yang dialami remaja yang mengalami PMS, maka penting dilakukan latihan relaksasi otot progresif untuk menurunkan nyeri. Edukasi tentang relaksasi otot progresif diberikan melalui metode simulasi. Setelah dilakukan edukasi tentang penanganan PMS untuk menurunkan nyeri perut melalui tindakan relaksasi otot progresif, remaja lebih memahami penanganan gejala PMS. Diharapkan relaksasi otot progresif dapat dilakukan remaja pada saat mengalami PMS sehingga gejala nyeri yang dialami menurun.
References
Amalia, S., Aningsih, S., & Safitri, Y. R. (2025). Hubungan Pengetahuan tentang Premenstrual Syndrome dengan Kecemasan. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 12(1), 53-62
Astikasari, N. D., & Kofi, J. (2022). Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi terhadap perilaku menghadapi Premenstruasi Sindrom pada Remaja. Journal for Quality in Women’s Health, 5(1), 8–16.
Aulya, Y., Kundaryanti, R., & Apriani, R. (2021). Hubungan Usia Menarche Dan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Siswi Di Jakarta. Menara Medika, 4(1)
Dewi, T. K., Purwanta, P., & Hapsari, E. D. (2018). Pengalaman ibu menghadapi remaja dengan gejala premenstrual dysphoric disorder. Berita Kedokteran Masyarakat, 34(2), 72-9.
Khasanah, B., & Rejeki, S. (2022). Aplikasi penurunan nyeri saat menstruasi dengan relaksasi otot progresif. Ners Muda, 3(1). https://doi.org/10.26714/nm.v3i1.9382
Marlina, R. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pre Menstrual Syndrome Pada Remaja Puteri Kelas X Dan Xi Di Pesantren Modren Nurul Hakin Deli Serdang. Excellent Midwifery Journal, 1(2), 115–123
Purwasih, I., Mudayati, S., & Susmini, S. (2017). Hubungan Pengetahuan Dengan Upaya Remaja Putri Dalam Menghadapi Premenstrual Syndrome Di Man Malang 1. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 2(2)
Sari,. A. (2020). Pencegahan Nyeri Haid Melalui Pemanfaatan Terapi Non-Farmakologi Pada Remaja Putri Sman I Tambusai. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 2(1), 14-20
Sefy, I. D. N. (2019). Pengaruh Senam Aerobik Terhadap Penurunan Gejala Pre Menstrual Syndrome pada Remaja Putri Usia 16-19 Tahun di SMA Islam Diponegoro Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Poltekkes RS dr. Soepraoen.
Silviatul Amalia. (2025). Hubungan pengetahuan tentang premenstrual syndrome dengan kecemasan. Silviatul Amalia. 12(01), 53–62.
Sunaringtyas, W., Fuadah, D. Z., & Kusdiantoro, L. (2018). Pengaruh pelaksanaan relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur pada lansia hipertensi di Puskesmas Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(3), 434–437. https://doi.org/10.35842/jkry.v5i3.258
Suwarwono, M. (2019). Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri di SMAN 18 Makassar. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 6(1), 46-53
Trisnowati, T., Lestari, S., & Marni, M. (2020). Pengaruh Tugas Akhir Terhadap Kejadian Premenstrual Syndrome (PMS) Dan Perilaku Saat PMS. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10(2), 108–114.
Wahyuningsih, M., & LIliana, A. (2018). Analisa Hubungan Antara Usia Menarche, Sikap Tentang Pre-Menstruasi Sindrom Terhadap Perilaku Dalam Mengatasi Pre-Menstruasi Sindrom Di SMPN 1 Mlati Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(2), 383-387.
Wulan, S., Lubis, B., Ginting Munthe, N. B., Sembiring, I. M., & Gurusinga, R. (2021). Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Kecemasan Dalam Menghadapi Premenstruasi Syndrome. Jurnal Kesmas Dan Gizi (Jkg), 4(1), 51–57. https://doi.org/10.35451/jkg.v4i1.847
Wulandari, & Damayanti, S. (2020). Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Stres Remaja Putri Saat Premenstrual Syndrome (Doctoral dissertation, Universitas Kusuma Husada)






















