SOSIALISASI DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MINUMAN MANIS DAN BERWARNA KEPADA SISWA KELAS 5A SDIP INSAN ROBBANI
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i3.2670Keywords:
Sosialisasi, Pengetahuan, Kesehatan, Edukasi, Konsumsi, NutrisiAbstract
Konsumsi minuman manis dan berwarna di antara anak-anak sekolah dasar semakin meningkat dan menjadi perhatian serius karena dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes, kerusakan gigi, dan masalah metabolik lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan siswa kelas 5A SDIP Insan Robbani tentang bahaya mengonsumsi minuman manis dan berwarna secara berlebihan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi yang bersifat edukatif dengan pendekatan interaktif yang mencakup presentasi visual, diskusi terbuka, kuis dengan hadiah, dan penilaian menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan. Penelitian ini dilaksanakan selama 90 menit dan melibatkan 28 anak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai kandungan berbahaya seperti gula tambahan dan pewarna sintetik yang terdapat dalam minuman kemasan. Sebagian besar siswa mengaku bahwa sebelumnya mereka tidak memperhatikan kandungan nutrisi dalam minuman, namun setelah mengikuti kegiatan, mereka menjadi lebih sadar akan dampak jangka panjang, termasuk risiko diabetes, obesitas, kerusakan gigi, serta kemungkinan kanker. Di samping itu, ditemukan bahwa 75% dari siswa merasa lelah setelah mengonsumsi minuman manis, sementara 35,71% mengaku mengalami masalah kulit. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang gizi sejak dini dan diharapkan dapat membantu membentuk perilaku konsumsi yang sehat dalam jangka panjang di kalangan anak-anak.
References
Daeli, “Efek Ɵ vitas menggunakan pajak minuman manis untuk mengurangi obesitas : Ɵ njauan sistema Ɵ s,” vol. 35, no. 4, pp. 147–153, 2019.
B. F. Relmbuss, S. Agus, M. Tri, P. U. Kurnia, L. D. Shita, and A. S. Clara, Mengatasi Tingginya Konsumsi Minuman Berpemanis di Indonesia. [Online]. Available: https://www.who.
R. Hidayati, “Kandungan Gula dan Vitamin C pada Minuman Ready to Drink dengan Klaim Vitamin C,” Jurnal Mutu Pangan : Indonesian Journal of Food Quality, vol. 11, no. 1, pp. 52–62, Mar. 2024, doi: 10.29244/jmpi.2024.11.1.52.
M. Mariani, “Sugar-sweetened beverage affordability and the prevalence of overweight and obesity in a cross section of countries,” pp. 1–14, 2019.
P. W. Laksmi, C. M. J. Gandy, L. A. Moreno, S. A. Kavouras, and H. M. J. S. Salvadó, “Fluid intake of children , adolescents and adults in Indonesia : results of the 2016 Liq . In 7 national cross-sectional survey,” European Journal of Nutrition, vol. 57, no. 3, pp. 89–100, 2018, doi: 10.1007/s00394-018-1740-z.
F. Ferretti and M. Mariani, “Sugar-sweetened beverage affordability and the prevalence of overweight and obesity in a cross section of countries,” Global Health, vol. 15, no. 1, Apr. 2019, doi: 10.1186/s12992-019-0474-x.
Y. Mehmood, F. K. Al-Swailmi, and S. A. Al-Enazi, “Frequency of obesity and comorbidities in medical students,” Pak J Med Sci, vol. 32, no. 6, p. 1528, 2016.
Wada, “No Title,” vol. 3, no. 11, pp. 1011–1018, 2024.
Dwi Nurmawaty and Ade Heryana, “PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG DAN KONSUMSI MAKANAN MANIS SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENYULUHAN KESEHATAN PADA WARGA DI RW 08 CLUSTER TAMPAK SIRING PERUMAHAN DUTA BINTARO TAHUN 2022,” Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, vol. 1, no. 2, Jun. 2022, doi: 10.56127/jukeke.v1i2.251.
L. Julaeha, A. Nurhayati, and dan Ai Mahmudatussa, “PENDIDIKAN TATA BOGA UPI,” 2016.
V. S. Malik, A. Pan, W. C. Willett, and F. B. Hu, “Sugar-sweetened beverages and weight gain in children and adults: A systematic review and meta-analysis,” American Journal of Clinical Nutrition, vol. 98, no. 4, pp. 1084–1102, Oct. 2013, doi: 10.3945/ajcn.113.058362.
P. Seferidi, G. Scrinis, I. Huybrechts, J. Woods, P. Vineis, and C. Millett, “The neglected environmental impacts of ultra-processed foods. Lancet Planet Health. 2020; 4 (10): e437-8.”
N. R. Hill et al., “Global prevalence of chronic kidney disease–a systematic review and meta-analysis,” PLoS One, vol. 11, no. 7, p. e0158765, 2016.
P. N. Indonesia, “11th Report of Indonesian renal registry 2018,” Jakarta: Perhimpunan Nefrologi Indonesia, pp. 1–46, 2018.
R. I. Kemenkes, “Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018, Kementerian Kesehatan RI,” 2018, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Mery and U. Bsi, “PERILAKU KONSUMSI MINUMAN RINGAN DI SMKN 2 BALEENDAH BANDUNG,” vol. IV, no. 1, 2016.
M. Barrow, L. Bell, and C. Bell, “Transforming personalized nutrition practice,” Nutr Rev, vol. 78, no. 12, pp. 1046–1051, Dec. 2020, doi: 10.1093/nutrit/nuaa012.
P. W. Laksmi et al., “Fluid intake of children, adolescents and adults in Indonesia: results of the 2016 Liq.In7 national cross-sectional survey,” Eur J Nutr, vol. 57, pp. 89–100, Jun. 2018, doi: 10.1007/s00394-018-1740-z.
Nurzhafirah, S. Wahyuni, and N. Asqia, “Pentingnya Konsumsi Air Putih Daripada Minuman Manis Untuk Anak Usia Dini,” Windari Cendekia, vol. 2, pp. 35–43, Aug. 2024, [Online]. Available: https://ejournal.windari.com/index.php/kum
F. Randita, “Hubungan Frekuensi Konsumsi Minuman Manis dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Kelas V di Sdn Pondok Kacang 3 Kota Tangerang,” Jakarta, Jun. 2023.






















