SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH SERABUT DAN TEMPURUNG KELAPA MENJADI BIOBRIKET DI DESA TELUK PAYO
DOI:
https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i3.2431Keywords:
Sosialisasi, Pengolahan Limbah KelapaAbstract
Desa Teluk Payo memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor perkebunan kelapa dengan luas lahan mencapai 2.400 hektar. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Kecamatan Banyuasin II merupakan penyumbang terbesar produksi kelapa di Kabupaten Banyuasin, dengan total produksi mencapai 9.104 ton per tahun. Namun, pemanfaatan hasil panen masih terbatas pada daging dan air kelapa. Limbah seperti serabut dan tempurung kelapa belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar langsung dibakar, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap perencanaan meliputi survei dan diskusi penentuan potensi dari desa Teluk Payo. Tahap persiapan meliputi pembuatan proposal, kelengkapan administrasi dan pembuatan alat cetak press briket. Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi. Tahap evaluasi meliputi evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi peningkatan nilai ekonomi limbah serabut dan tempurung kelapa menjadi biobriket. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember tahun 2024 dengan jumlah peserta 20 orang yang merupakan masyrakat dari desa Teluk Payo. Adapun manfaat yang diperoleh dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai pengolahan limbah serabut dan tempurung kelapa menjadi biobriket. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya usaha produktif berbasis pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
References
Aisyah, S. N., Setyowati, E., Panjaitan, R., Wulansari, R. F., & Nggeradepas, J. K. (2024). Inovasi Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa menjadi Briket untuk Bahan Bakar Alternatif. Paramacitra: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.62330/pjpm.v2i01.110
Aransiola, E. F., Oyewusi, T. F., Osunbitan, J. A., & Ogunjimi, L. A. O. (2019). Effect of Binder Type, Binder Concentration and Compacting Pressure on Some Physical Properties of Carbonized Corncob Briquette. Energy Reports, 5, 909–918. https://doi.org/10.1016/j.egyr.2019.07.011
Barus, F. A., Ningsih, T., Saragih, S. W., Saharudin, R., Harahap, R. B., Panjaitan, M. I., Reffy, M. A., Syahputri, A., & Naibaho, F. F. (2024). Pembuatan Briket Arang dari Tempurung Kelapa sebagai Alternatif Bahan Bakar di Desa Danau Sijabut Kabupaten Asahan. Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(1),1-8. https://www.ejurnal.itsi.ac.id/index.php/JAD/article/view/219
Fadelia, B., Azzahra, N., Wulandari, S., Ardi., & Anggriyani, R. (2023). Pembuatan Briket Lokal Dari Tempurung Kelapa, Menuju Pengurangan Karbon yang Signifikan. Prosiding Seminar Nasional Biologi. 3(2). https://doi.org/10.24036/prosemnasbio/vol3/765
Haryono, Rahayu, I., & Deawati, Y. (2020). Pengaruh Suhu Karbonisasi terhadap Kualitas Briket dari Tongkol Jagung dengan Limbah Plastik Polietilen Terephtalat sebagai Bahan Pengikat. Teknotan: Jurnal Teknik dan Teknologi, 14(2), 125–132. https://doi.org/10.24198/jt.vol14n2.3
Kurniawan, R., & Pangestu, A. W. (2018). Analisis Pendapatan Petani Kelapa (Cocos Nucifera L) di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Societa, 7(1), 25–30. http://dx.doi.org/10.32502/jsct.v7i1.1133
Kusmartono, B., Situmorang, A., & Yuniwati, M. (2021). Pembuatan Briket dari Tempurung Kelapa (Cocos Nucifera) dan Tepung Terigu. Jurnal Teknologi, 14(2), 142–149. https://doi.org/10.34151/jurtek.v14i2.3770
Mahardika, H., Yatnikasari, S., Magfirona, A., & Liana, U. W. M. (2024). Pemanfaatan Limbah Tempurung dan Serat Serabut Kelapa sebagai Bahan Campuran Paving Block. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 7(1), 66–78. https://doi.org/10.31602/jk.v7i1.13039
Masriatini, R., Fitriyanti, R., & Famella, B. (2021). Biobriket dari Arang Sekam Padi. Jurnal Redoks, 6(2), 166–171. https://doi.org/10.31851/redoks.v6i2.13479
Muis, L., & Haviz, M. (2024). Pengaruh Penambahan Tempurung Kelapa untuk Meningkatkan Nilai Kalor Biobriket dari Kulit Pisang dan Penggunaan Getah Karet sebagai Perekat. Jurnal Teknologi Dan Inovasi Industri (JTII), 5(1). https://doi.org/10.23960/jtii.v5i1.87
Nurhilal, O., & Suryaningsih, S. (2018). Pengaruh Komposisi Campuran Sabut dan Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kalor Biobriket dengan Perekat Molase. Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika (JIIF), 2(1), 8–14. https://doi.org/10.24198/jiif.v2i1.15606
Saputra, A., & Afriyatna, S. (2018). Saluran Pemasaran Komoditi Kelapa (Cocos Nucifera L) di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin. Societa, 7(1), 79–90. http://dx.doi.org/10.32502/jsct.v7i1.1139
Saksono, A. Y., Yuniarti, T., & Saepudin. (2023). Pengelolaan Pemanfaatan Arang Tempurung Kelapa menjadi Briket Sederhana. Jurnal IKRA-ITH ABDIMAS, 6(2), Juli. http://dx.doi.org/10.37817/ikra-ithabdimas.v6i2.2421
Shafiyya, J. V. A., Kusumasari, H. S., Praharsiwi, I. M., & Mujiburohman, M. (2022). Pengaruh Kondisi Operasi dan Jenis Perekat terhadap Karakteristik Briket Ampas Teh. Jurnal Energi Baru dan Terbarukan, 3(3), 249-258. https://doi.org/10.14710/jebt.2022.14930
Syafi’i, M., Fitri, W. S. N., Ferlanda, G. M., Fadilah, M. I., Fadhilah, A., Fitri, D., Norasida, Syalsabil, R. A., & Nur’Aini, U. (2024). Pemanfaatan Limbah Tempurung Kelapa menjadi Biobriket sebagai Energi Terbarukan di Desa Pancur Keritang. Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia, 3(6), 147–150. https://doi.org/10.5281/zenodo.13731615






















