PSIKOEDUKASI: INTERVENSI UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN REGULASI EMOSI DAN STRATEGI ADAPTASI GURU SLB ANEUK NANGGROE MENGHADAPI STRES DAN FRUSTRASI AKIBAT KESULITAN DALAM MENANGANI ABK

Authors

  • Dwi Iramadhani Universitas Malikussaleh
  • Putriani Putriani Universitas Malikussaleh
  • Rahma Fazila Universitas Malikussaleh
  • Entan Afrilia Universitas Malikussaleh

DOI:

https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i5.1399

Keywords:

Guru SLB, latar belakang pendidikan, konflik peran, kesehatan mental, regulasi emosi

Abstract

Guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tantangan besar dalam mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK), terutama guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan dalam Pendidikan Luar Biasa (PLB). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perbedaan latar belakang pendidikan terhadap kesehatan mental guru non-PLB di SLB, serta bagaimana mereka menghadapi konflik peran dan adaptasi di lingkungan sekolah khusus. Kegiatan psikoedukasi dilakukan sebagai intervensi untuk memberikan pemahaman mengenai regulasi emosi dan strategi adaptasi bagi guru non-PLB dalam menghadapi stres dan frustrasi yang timbul akibat kesulitan dalam menangani ABK. Dari kegiatan penegbdian ini dapat dilihat bahwa latar belakang pendidikan yang tidak relevan dengan ABK memengaruhi tingkat stres guru dan menyebabkan masalah kesehatan mental seperti frustrasi, kecemasan, dan burnout. Pelatihan regulasi emosi serta program pendidikan berkelanjutan sangat diperlukan untuk membantu guru non-PLB menjalankan peran mereka dengan lebih efektif dan sehat secara mental.

References

Aini, Q., & Harsiwi, N. E. (2024). Analisis Permasalahan Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita Di Slb Karya Bhakti Surabaya. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 1(3), 1498–1504. https://doi.org/10.62567/micjo.v1i3.182

Atmaja, J. R. (2017). Pendidikan dan Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus. PT Remaja Rosdakarya.

Brackett, M. A., Rivers, S. E., & Salovey, P. (2015). Emotional Intelligence: Implications for Personal, Social, Academic, and Workplace Success. Social and Personality Psychology Compass, 9(3), 145–162. https://doi.org/10.1111/spc3.12119

Fadjaritha, F., Sukarno, A., Hertanto, A., Istiqomah, I. W., & Purwandari, E. (2023). Penerapan Regulasi Emosi Pada Anak PAUD Melalui Lokakarya Daring Guru PAUD Aisyiyah Papua. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 319-329.

Fitriani, Y., & Alsa, A. (2015). Relaksasi autogenik untuk meningkatkan regulasi emosi pada siswa SMP. Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP), 1(3), 149-162.

Nurhaliza, N. S., Dewi, R., & Iramadhani, D. (2023). Regulasi Emosi Pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Non-Pendidikan Luar Biasa (Non-PLB). INSIGHT: Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1), 37–44. https://ojs.unimal.ac.id/index.php/jpt/index

Purna, R. S. (2020). Gambaran Regulasi Emosi Guru di Kota Padang: Gambaran Regulasi Emosi Guru Di Kota Padang. Humanitas (Jurnal Psikologi), 4(2), 149-162.

Silaen, A. C., & Dewi, K. S. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas (Studi korelasi pada siswa di SMA Negeri 9 Semarang). Jurnal Empati, 4(2), 175-181.

Downloads

Published

2024-10-28

Issue

Section

Volume 2 Nomor 5 Oktober 2024