JUMAT BERKAH DENGAN BERBAGI: AKTUALISASI LIVING HADIS DALAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.70248/jpmebd.v3i3.4498Abstract
Artikel ini membahas Program Jumat Berkah, kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sebagai bagian dari Filantropi Camp 2026 yang diselenggarakan Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kegiatan ini dirancang untuk menginternalisasikan nilai-nilai filantropi Islam—zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF)—melalui praktik berbagi, sekaligus menjadi ruang belajar berbasis pengalaman bagi mahasiswa. Bertempat di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, kegiatan yang berlangsung pada 22 Mei 2026 ini melibatkan dosen, mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dihimpun melalui observasi partisipatif, diskusi reflektif, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan kerangka living hadis. Dari kegiatan ini, sekitar 100 warga menerima bantuan berupa pakaian layak pakai (±10 karung) dan minuman, disertai edukasi ZISWAF. Praktik berbagi pada hari Jumat dibaca sebagai bentuk aktualisasi (living hadis) atas nilai sedekah dan keutamaan hari tersebut—momen ketika teks keagamaan dihidupkan menjadi tindakan sosial yang bermakna bagi pemberi maupun penerima. Program ini turut memperkuat kepedulian sosial, menumbuhkan budaya berbagi, dan mengasah kompetensi mahasiswa dalam mengelola filantropi Islam. Karena sifatnya yang masih karitatif, kegiatan ini diposisikan sebagai tahap awal pembentukan relasi sosial yang berpeluang dikembangkan lebih lanjut menuju pemberdayaan berbasis zakat produktif.
References
Bensaid, B., & Grine, F. (2013). Ethico-spiritual dimensions of charity: An Islamic perspective. Middle East Journal of Scientific Research, 13(Special Issue), 65–77. https://doi.org/10.5829/idosi.mejsr.2013.13.e.13015
Haqiah, N. A., Ricardo, D., Nurhamidah, W. I., & Marhumah, M. (2026). Living hadis dalam tradisi Jumat Berkah: Studi terhadap praktik sosial keagamaan masyarakat Yogyakarta. Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah, 7(1), 25–37. https://doi.org/10.52431/minhaj.v7i1.4185
Huda, N., & Rini, N. N. (2018). Impact of productive zakat on economic empowerment: Evidence from Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 19(1), 37–45. https://doi.org/10.18196/jesp.19.1.3834
Ibnu Qayyim al-Jauziyah. (t.t.). Zad al-ma'ad fi hadyi khairil 'ibad. Beirut: Mu'assasah al-Risalah.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahnya. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Kesturi, G., & Helmy, M. I. (2022). The understanding of hadith sadaqah and its implementation on social empowerment: A research on Jum'ah Berkah tradition in Wonogiri society. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 23(1), 69–88. https://doi.org/10.14421/qh.2022.2301-04
Mahmudah, Satibi, I., Zaini, H., & Holilulloh, A. (2024). Jum'at Berkah and the tradition of Islamic philanthropy: Anthropolinguistic study of Sego Jum'at at the Jogokariyan Mosque, Yogyakarta. IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya, 22(2), 257–274. https://doi.org/10.24090/ibda.v22i2.12220
Mansur, M., dkk. (2007). Metodologi penelitian living Qur'an dan hadis (S. Syamsuddin, Ed.). Yogyakarta: Teras.
Muslim bin al-Hajjaj al-Naisaburi. (t.t.). Sahih Muslim (Kitab al-Jumu'ah, no. 854). Beirut: Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.
Muttaqien, M. K., & Mas'ud, T. (2021). Kampanye infak di media sosial dan niat perilaku infak masyarakat saat pandemi Covid-19. Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 4(1). https://doi.org/10.47467/alkharaj.v4i1.446
Muttaqien, M. K., Mufraini, M. A., & Suherlan, A. (2022). How does zakat institutions contribute to the business success of mustahiq? Maliki Islamic Economics Journal, 2(2). https://doi.org/10.18860/miec.v2i2.18264
Nur Aeni. (2025). Zakat produktif dan peningkatan kesejahteraan mustahik: Studi pemberdayaan ekonomi berbasis syariah. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, 5(2), 1–12. https://doi.org/10.55606/jurimea.v5i2.914
Qudsy, S. Z. (2016). Living hadis: Genealogi, teori, dan aplikasi. Jurnal Living Hadis, 1(1), 177–196. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2016.1073
Qudsy, S. Z., & Dewi, S. K. (2018). Living hadis: Praktik, resepsi, teks, dan transmisi. Yogyakarta: Q-Media.
Rafi, M. (2019). Living hadis: Studi atas tradisi sedekah nasi bungkus hari Jumat oleh komunitas Sijum Amuntai. Jurnal Living Hadis, 4(1), 133–158. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2019.1647
Rijal, S. (2009). Friday prayer and an Indonesian Islamic identity in Canberra, Australia. Journal of Indonesian Islam, 3(1), 148–167. https://doi.org/10.15642/JIIS.2009.3.1.148-167
Romansyah, M. R., Zainuddin, M., & Robani, A. (2023). Living hadith of the Lazismu movement and its influence on Indonesian society. Religia, 26(1), 1–20. https://doi.org/10.28918/religia.v26i1.908
Smallwood, M. W., & Jasper, C. R. (2020). Teaching civic engagement through student philanthropy: Theories and best practices for transformative learning. Journal of Nonprofit Education and Leadership, 10(3), 262–287. https://doi.org/10.18666/JNEL-2020-V10-I3-8890
Suryadi. (2007). Dari living sunnah ke living hadis. Dalam S. Syamsuddin (Ed.), Metodologi penelitian living Qur'an dan hadis (hlm. 89–104). Yogyakarta: Teras.
















