PENGEMBANGAN ILMU ANTI BULLYING PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Authors

  • Margaretha Wahyuningrum Universitas Nasional Karangturi

DOI:

https://doi.org/10.70248/jp.v2i4.4176

Abstract

Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah karena berdampak terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak. Perilaku bullying tidak hanya dipengaruhi oleh interaksi teman sebaya, tetapi juga berkaitan dengan lingkungan keluarga, pola pengasuhan, dan kurangnya pemahaman siswa mengenai bentuk serta dampak bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi anti-bullying dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain praeksperimental One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa berusia 11–12 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan dalam satu sesi selama 1–2 jam melalui metode ceramah interaktif, diskusi, dan permainan. Pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest yang mencakup definisi, bentuk, dampak, peran pelaku, korban, bystander, serta upaya pencegahan bullying. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 2,26 ± 1,46 (45,19%) pada pretest menjadi 3,48 ± 1,72 (69,63%) pada posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001), dengan estimasi effect size Cohen’s d sebesar 0,76. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi anti-bullying memiliki manfaat praktis dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Namun, peningkatan pengetahuan belum secara langsung menunjukkan perubahan perilaku bullying. Oleh karena itu, program anti-bullying perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penguatan keterampilan sosial, empati, peran bystander, serta keterlibatan guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

References

Abdillah, F. (2025). Dampak bullying di sekolah dasar dan pencegahannya. EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Kesehatan, 2(2). https://j-edu.org/index.php/edu.

Ahmed, E., & Braithwaite, V. (2004). Bullying and victimization: Cause for concern for both families and school. Social Psychology of Education, 7, 35–54.

Al-Alawi, K. S., Eltayib, R. A. A., Al Saadoon, M., Alhaj, A. H., Aldhafri, S., Al-Adawi, S., &

Chan, M. F. (2025). Efficacy of psycho-educational interventions on school bullying in social isolation, loneliness and PTSD among schoolchildren: A systematic review and meta-analysis. Child: Care, Health and Development, 51(2), e70062. https://doi.org/10.1111/cch.70062.

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.

Brooks, J. B. (2008). The process of parenting (7th ed.). Pearson.

Chu, X., & Chen, Z. (2025). The associations between parenting and bullying among children and adolescents: A systematic review and meta-analysis. Journal of Youth and Adolescence, 54, 928–954. https://doi.org/10.1007/s10964-024-02108-1.

Cronbach, L. J. (1951). Coefficient alpha and the internal structure of tests. Psychometrika, 16, 297–334. https://doi.org/10.1007/BF02310555.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2025). Kasus kekerasan di sekolah meningkat, KPAI desak reformasi menyeluruh sistem pendidikan aman anak. https://www.kpai.go.id/publikasi/kasus-kekerasan-di-sekolah-meningkat-kpai-desak-reformasi-menyeluruh-sistem-pendidikan-aman-anak.

Kuder, G. F., & Richardson, M. W. (1937). The theory of the estimation of test reliability. Psychometrika, 2, 151–160. https://doi.org/10.1007/BF02288391.

Lawshe, C. H. (1975). A quantitative approach to content validity. Personnel Psychology, 28(4), 563–575. https://doi.org/10.1111/j.1744-6570.1975.tb01393.x.

Lee, Y., & Doty, J. L. (2026). Profiles of digital parenting styles: Associations with

cyberbullying among adolescents. Journal of Adolescence, 98, 1806–1819. https://doi.org/10.1002/jad.70182.

Malamut, S. T., Garandeau, C. F., & Salmivalli, C. (2025). Defending behavior and victimization: Between- and within-person associations. Journal of Youth and Adolescence, 54, 1646–1658. https://doi.org/10.1007/s10964-025-02168-x.

Midgett, A., Peck, M., & Doumas, D. M. (2025). Bullying in private schools: Can training middle school students to intervene reduce bullying perpetration and victimization? Professional School Counseling. https://doi.org/10.1177/2156759X251316870.

Nur, M., et al. (2022). Identifikasi perilaku bullying di sekolah: Sebuah upaya preventif. Al- Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 6(3). https://doi.org/10.35931/am.v6i3.1054.

Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality (complete

samples). Biometrika, 52(3–4), 591–611. https://doi.org/10.1093/biomet/52.3-4.591.

Wokoma, I. P., & Udochukwu, N. G. (2020). The influence of parenting styles on bullying behavior among students of secondary age in Ikwerre Local Government Area. International Journal on Integrated Education, 3(2).

Wilcoxon, F. (1945). Individual comparisons by ranking methods. Biometrics Bulletin, 1(6), 80–83. https://doi.org/10.2307/3001968.

Yahaya, A., Hashim, S., Boon, Y., & Muhamad, Z. (2008). Tip menangani buli di sekolah. PTS Professional Publishing Sdn. Bhd.

Downloads

Published

2026-05-31

Issue

Section

Articles