DIET TINGGI PURIN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GOUT ARTRITIS PADA MASYARAKAT SEI LIMBAT

Authors

  • Leny Suarni Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Sehat Medan
  • Irma Handayani Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Sehat Medan
  • Ilham Syahputra Siregar Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Sehat Medan
  • Sri Wahyuni Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Sehat Medan

DOI:

https://doi.org/10.59407/jophs.v1i2.980

Keywords:

Diet tinggi purin, kejadian Gout Artritis

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara konsumsi diet tinggi purin dengan kejadian Gout artritis. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, melibatkan 41 responden yang merupakan seluruh populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (46,3%) mengonsumsi diet tinggi purin kadang-kadang, diikuti oleh responden yang mengonsumsi sering (36,6%) dan jarang (17,1%). Dari hasil tersebut, 58,5% dari responden memiliki hasil positif untuk penyakit Gout artritis, sementara 41,5% memiliki hasil negatif. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara diet tinggi purin dengan kejadian Gout artritis (Asymp.Sig. = 0,028 < 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa hipotesis nol (HO) dapat ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara diet tinggi purin dengan kejadian Gout artritis pada masyarakat Sei Limbat. Simpulan, bagwa pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengatur pola makan sehat, terutama untuk mengurangi risiko Gout artritis. Penyuluhan tentang diet yang sehat menjadi krusial, terutama bagi populasi lanjut usia di Sei Limbat, untuk mencegah dan mengelola kondisi ini dengan lebih baik.

Kata Kunci: Diet Tinggi Purin, Kejadian Gout Artritis

References

Arlinda, P. S., Putri, G., & Nurwidyaningtyas, W. (2021). Profil karakteristik individu terhadap kejadian hiperurisemia. Jurnal Ilmiah Media Husada, 10(April), 28–33.

Astutik, R. Y., Wibowo, D. A., & RGp, P. W. (2021). Tetap produktiif bekarya dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dimasa pandemi covid-19. Stikes Karya Husada Kediri.

Bawiling, N. S., & Kumayas, M. (2014). Hubungan Konsumsi Alkohol Dengan Kejadian Gouty Artritis Pada Pria Di Puskesmas Motoling Kecamatan Motoling. 61–71.

Fitriani, R., Azzahri, L. M., Nurman, M., & Hamidi, M. N. S. (2021). Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Asam Urat ( Gout Artritis ) Pada Usia Dewasa 35-49 Tahun. Jurnal Ners, 5(23), 20–27.

Nurambiya, & Hunyang, N. (2023). Pengaruh Aktivitas Fisik Dengan Peningkatan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pada Lansia Di RSUD Labuang Baji Sul-Sel. Jurnal Ilmu Kesehatan, 2(1), 183–190.

Nurhayati. (2018). Hubungan Pola Makan Dengan Terjadinya Penyakit Gout ( Asam Urat) Di Desa Limran Kelurahan Pantoloan Boya. Jurnal KESMAS, 7(6).

Purwandari, N. P. (2022). Gambaran pola makan pada penderita asam urat di desa gondang manis. Jurnal Profesi Keperawatan, 9(1), 34–43.

Songgigilan, A. M. G., & Kundre, R. (2019). Penderita Gout Artritis Di Puskesmas Ranotana Weru. 7, 1–8.

Yasin, L. R., Febriyona, N. R., & Sudirman, N. A. N. A. (2023). Pengaruh Air Rebusan Kumis Kucing Terhadap Penurunan Asam Urat Di Desa Manawa Kecamatan Patilanggio. Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Halaman, 3(1).

Downloads

Published

2024-06-30

Issue

Section

Articles