HUBUNGAN KONSUMSI GARAM, MEROKOK DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINDANG DATARAN KABUPATEN REJANG LEBONG PROVINSI BENGKULU

Authors

  • Indriani Indriani STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Susilo Wulan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Dini Syavani STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Nurul Khairani STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Sanisahhuri Sanisahhuri STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.59407/jophs.v1i1.594

Keywords:

konsumsi garam, merokok, aktivitas fisik, kejadian hipertensi.

Abstract

Hipertensi  merupakan  suatu  masalah  kesehatan  global  yang  dapat  menyebabkan  terjadinya peningkatan  angka  kesakitan,  kematian  dan  beban  biaya  kesehatan  diseluruh  dunia  termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi garam, merokok dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sindang Dataran Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu yang dilakukan pada tanggal 31 juli sampai 14 Agustus dengan jumlah responden sebanyak 64 lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berkunjung ke puskesmas pada tahun 2022 sebanyak 173 lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Sampel Random Sampling. Teknik Analisa data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS. Analisis Bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa dari 64 lansia, terdapat 32 lansia (50,0%) yang sering mengkonsumsi garam, 43 lansia (67,2%) yang tidak merokok, 27 lansia (42,2%) yang melakukan aktivitas fisik sedang, 39 lansia (60%) yang menderita hipertensi dan  ada hubungan antara konsumsi garam dengan kejadian hipertensi, ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi, tidak ada hubunngan antara merokok dengan kejadian hipertensi. Diharapkan pihak puskesmas agar dapat memberikan edukasi tentang pola makan yang baik dan mengadakan senam jantung.

Kata Kunci: Konsumsi Garam, Merokok, Aktivitas Fisik, Kejadian Hipertensi

References

Cumayunaro, A., & Yonaniko. (2018). Gaya Hidup (LIFE STYLE) Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Dewasa (26-45 Tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 1(August), 79–88. http://jurnal.syedzasaintika.ac.id/index.php/meditory/article/view/244

Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong. (2017). Laporan rekapitulasi kasus penyakit tidak menular Tahun 2017. Dinkes Kabupaten Rejang Lebong.

Dinkes Provinsi Bengkulu. (2019). Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu 2018 Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2019. 211

Kemenkes RI. (2019). Hipertensi Si Pembunuh Senyap. Kementrian Kesehatan RI, 1–5. https:// pusdatin. kemkes.go. id/resources/ download/ pusdatin/infodatin /infodatin-hipertensi-si-pembunuh-senyap.pd

Lestari, R. A., Nasution, A. S., & Prastia, T. N. (2023). Hubungan antara Aktivitas Fisik , Kebiasaan Merokok dan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Kelurahan Cibogor Tahun 2022. 6(3), 273–280. https://doi.org/10.32832/pro

Musyarofah, DR, Y., & Dw, A. (2023). Hubungan Asupan Natrium, Status Gizi, dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Atlet Voli Wanita di Desa Banjaratma. 15(1), 23–32.

Purwono, J, Rita S, & Apri B. 2020. Pola Konsumsi Garam Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Wacana Kesehatan 5(1),531-542.

Purwono, J., Sari, R., Ratnasari, A., & Budianto, A. (2020). Pola Konsumsi Garam Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia. Jurnal Wacana Kesehatan, 5(1), 531. https://doi.org/10.52822/jwk.v5i1.120

Taher, R. (2021). Gaya hidup dengan kejadian hipertensi di RSUD labuang makasar. 5.

W, T. W., Hidayati, R. N., Jumiyati, J., & Hendryani, A. (2022). The Effect Of Content Development On Android Applications On Knowledge Of Dietary Prescriptions On Metabolic Syndrome Risk. SANITAS: Jurnal Teknologi Dan Seni Kesehatan, 13(2), 134–145. https://doi.org/10.36525/sanitas.2022.13

Downloads

Published

2024-03-20

Issue

Section

Volume 1 Nomor 1 Maret 2024