EFEKTIVITAS KOMBINASI PIJAT OKSITOSIN DAN AKUPRESUR ST 18 TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI PMB DINCE SAFRINA KOTA PEKANBARU
DOI:
https://doi.org/10.70248/jophs.v3i2.4192Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kombinasi pijat oksitosin dan akupresur titik ST18 terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah desain pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru tahun 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 18 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa kombinasi pijat oksitosin selama 10–15 menit dan akupresur titik ST18 selama 1–2 menit pada setiap titik, dilakukan dua kali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kelancaran produksi ASI dilakukan menggunakan lembar observasi dengan 9 indikator penilaian sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi sebagian besar responden memiliki kelancaran produksi ASI kategori sedikit sebanyak 10 responden (55,6%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden berada pada kategori banyak sebanyak 14 responden (77,8%). Terdapat peningkatan median skor kelancaran produksi ASI dari 3 (IQR 2,25–5,00) menjadi 8 (IQR 7,00–8,00) setelah pemberian intervensi dengan nilai p-value = 0,001 (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah kombinasi pijat oksitosin dan akupresur titik ST18 efektif meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru.
References
World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
United Nations Children's Fund (UNICEF). (2023). Breastfeeding: A mother's gift, for every child. New York: UNICEF. https://www.unicef.org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.kemkes.go.id
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Riau Tahun 2023. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Provinsi Riau. https://dinkes.riau.go.id/sites/default/files/2025-04/Profil%20Kesehatan%20Provinsi%20Riau%20Tahun%202023.pdf
Kent, L. A., Hartmann, P. E., & Geddes, D. T. (2013). Breastmilk production in the lactating woman. Pediatrics Clinics of North America, 60(1), 83–95. https://doi.org/10.1016/j.pcl.2012.10.002
Muawanah, S., & Sariyani, D. (2021). Pengaruh pijat laktasi terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui Baby Spa Pati. Journal of Midwifery Science and Health, 12(1), 7–15. https://doi.org/10.52299/jks.v12i1.77
Pillitteri, R. S. (2022). Maternal and Child Health Nursing: Care of the Childbearing and Childrearing Family (9th ed.). Philadelphia: Wolters Kluwer.
Wambach, K., & Spencer, B. (2021). Breastfeeding and Human Lactation (6th ed.). Burlington: Jones & Bartlett Learning.
World Health Organization. (2022). WHO recommendations on maternal and newborn care for a positive postnatal experience. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240045989
Wang, Y., Li, X., & Zhang, H. (2022). Effect of acupressure on lactation in postpartum women: A systematic review and meta-analysis. Complementary Therapies in Clinical Practice, 49, 101658. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2022.101658
Noviyana, N., Lina, P. H., Diana, S., Dwi, U., Eni, N., Agustina, F., et al. (2022). Efektivitas pijat oksitosin dalam pengeluaran ASI. Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas, 5(1), 23–33.
Indrayani, T., Choirunnisa, R., & Lumprom, O. (2022). Effectiveness of combining Oketani and oxytocin massage on breast milk production. Indonesian Journal of Nursing Practice, 6(2), 91–99.
Khabibah, L., & Mukhoirotin, M. (2019). Pengaruh terapi akupresur dan pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum di RSUD Jombang. Jurnal EDUNursing, 3(2), 68–77.















