TREATMENT OUTCOMES OF PELVIC ORGAN PROLAPSE IN WOMEN WITH FRAILTY AND COGNITIVE IMPAIRMENT: A SYSTEMATIC REVIEW
Abstract
Introduction. Pelvic organ prolapse (POP) merupakan kondisi yang sering ditemukan pada wanita usia lanjut dan dapat memerlukan terapi konservatif maupun pembedahan. Frailty dan gangguan kognitif termasuk faktor penting yang dapat memengaruhi hasil terapi pada populasi geriatri. Namun, bukti mengenai pengaruh kedua kondisi tersebut terhadap luaran terapi pada pasien POP masih terbatas. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi luaran terapi pelvic organ prolapse pada wanita dengan gangguan kognitif dan/atau frailty. Method. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data PubMed, OpenAlex, dan ScienceDirect untuk artikel yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Studi yang memenuhi kriteria inklusi adalah wanita dewasa dengan diagnosis POP yang memiliki gangguan kognitif dan/atau frailty serta menjalani terapi konservatif maupun pembedahan. Hasil yang dievaluasi meliputi keberhasilan atau kegagalan terapi, rekurensi POP, komplikasi, reoperasi, rawat inap ulang, mortalitas, dan kualitas hidup. Seleksi studi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Result. Dari 163 studi yang diperolah, dijumpai sebanyak dua studi yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Frailty secara konsisten berhubungan dengan hasil terapi yang lebih buruk. Pada studi kohort prospektif, pasien frail memiliki risiko kegagalan terapi dua kali lebih tinggi dibandingkan pasien non-frail (adjusted hazard ratio [aHR] 2,06), meskipun seluruh kelompok menunjukkan perbaikan kualitas hidup yang berkelanjutan selama masa tindak lanjut. Pada studi kohort retrospektif berskala besar, peningkatan tingkat frailty berhubungan dengan meningkatnya komplikasi pascaoperasi, termasuk infeksi saluran kemih dan komplikasi kardiovaskular, serta lama rawat inap yang lebih panjang. Kedua studi menunjukkan bahwa frailty merupakan prediktor luaran yang lebih kuat dibandingkan usia kronologis. Conclusion. Bukti menunjukkan bahwa frailty merupakan faktor penting yang memengaruhi hasil terapi pada wanita dengan POP. Integrasi penilaian frailty dalam evaluasi klinis dapat membantu stratifikasi risiko dan pengambilan keputusan terapeutik. Namun, jumlah penelitian yang tersedia masih terbatas sehingga diperlukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi peran frailty dan gangguan kognitif terhadap luaran terapi pada pasien POP.
References
Vergeldt TF, Weemhoff M, IntHout J, Kluivers KB. Risk factors for pelvic organ prolapse and its recurrence: a systematic review. Int Urogynecol J. 2015;26(11):1559-1573. doi:10.1007/s00192-015-2695-8.
Padoa A, Braga A, Brecher S, Fligelman T, Mesiano G, Serati M. Pelvic organ prolapse: current challenges and future perspectives. J Clin Med. 2025;14(20):7313. doi:10.3390/jcm14207313.
Rundshagen I. Postoperative cognitive dysfunction. Dtsch Arztebl Int. 2014;111(8):119-125. doi:10.3238/arztebl.2014.0119.
Evered LA, Silbert BS. Postoperative cognitive dysfunction and noncardiac surgery. Anesth Analg. 2018;127(2):496-505. doi:10.1213/ANE.0000000000003514.
Erekson E, Menefee SA, Whitworth R, Gizlice S, Zyczynski HM, Rahn DD, Amundsen CL, Sung VW, Arya LA, Ferrando CA, Mazloomdoost D, Thomas S, Richter HE; Eunice Kennedy Shriver NICHD Pelvic Floor Disorders Network. Outcomes by frailty and mobility in older patients undergoing major urogynecologic surgery: a planned supplementary study of the apical suspension repair for vault prolapse in a three-arm randomized (ASPIRe) trial. Am J Obstet Gynecol. 2026;234(3):689-729. doi:10.1016/j.ajog.2025.11.002.
Reddy R, Zhao S, Boscardin WJ, Nik-Ahd F, Van Kuiken M, Suskind AM. The role of frailty on surgical outcomes following pelvic organ prolapse surgery in Medicare beneficiaries: a national study. Urology. 2022;168:96-103. doi:10.1016/j.urology.2022.06.031.















