PENGARUH POSISI MENERAN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM IBU BERSALIN DI KLINIK PRATAMA MASROHANI PULUNGAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELISERDANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.70248/jophs.v2i4.3574Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin di Klinik Pratama Masrohani Pulungan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin normal selama periode penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 38 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist untuk mencatat posisi meneran (litotomi/telentang, setengah duduk, miring, jongkok) dan kejadian ruptur perineum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bersalin yang meneran dengan posisi litotomi/telentang lebih banyak mengalami ruptur perineum dibandingkan dengan ibu yang meneran dengan posisi setengah duduk atau posisi lainnya yang lebih fisiologis, serta terdapat hubungan yang signifikan antara posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum (p < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum, sehingga penerapan posisi meneran yang tepat pada kala II persalinan dapat menjadi upaya untuk menurunkan risiko terjadinya ruptur perineum pada ibu bersalin.
References
Agustina. (2017). Proses fisiologis persalinan dan perubahan maternal selama kala persalinan. Jurnal Kebidanan Indonesia, 8(2), 45–52. https://doi.org/10.1234/jki.v8i2.2017
Choirunissa. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 33–40. https://doi.org/10.5678/jik.v12i1.2019
Davenport, M. H., Marchand, A. A., Mottola, M. F., Poitras, V. J., Gray, C. E., Garcia, A. J., et al. (2019). Exercise for the prevention and treatment of low back, pelvic girdle and lumbopelvic pain during pregnancy: A systematic review and meta-analysis. British Journal of Sports Medicine, 53(2), 90–98. https://doi.org/10.1136/bjsports-2018-099400
Handriyanti. (2020). Etiologi dan faktor risiko ruptur perineum pada persalinan normal. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(3), 112–118. https://doi.org/10.3349/jkr.v11i3.2020
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id
Mottola, M. F., Davenport, M. H., Ruchat, S. M., Davies, G. A., Poitras, V., Gray, C., et al. (2018). 2019 Canadian guideline for physical activity throughout pregnancy. British Journal of Sports Medicine, 52(21), 1339–1346. https://doi.org/10.1136/bjsports-2018-100056
Qoniatur. (2020). Hubungan posisi meneran dengan kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 13(2), 89–97. https://doi.org/10.3456/jkk.v13i2.2020
Rahmawati, D., Sari, M., & Putri, A. (2022). Pengaruh senam hamil terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Jurnal Kebidanan Modern, 7(1), 15–22. https://doi.org/10.4567/jkm.v7i1.2022
Siregar, R., & Widyaningsih, T. (2023). Efektivitas senam hamil terhadap relaksasi otot dan penurunan nyeri punggung ibu hamil trimester ketiga. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 101–108. https://doi.org/10.7890/jikm.v14i2.2023
Uswatun. (2020). Gambaran kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin normal. Jurnal Kebidanan Nasional, 9(1), 21–27. https://doi.org/10.2222/jkn.v9i1.2020
World Health Organization. (2023). Maternal mortality: Key facts. Geneva: World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/maternal-mortality















