SEBARAN DAN TREN DEMAM BERDARAH DENGUE SERTA FAKTOR RISIKONYA DI KECAMATAN CENGKARENG TAHUN 2021 - 2024

Authors

  • Rindu Felisya Rindu Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Rony Darmawansyah Alnur Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

DOI:

https://doi.org/10.70248/jophs.v2i4.3014

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit terjadi karena infeksi virus demam berdarah dengan penularan dari gigitan nyamuk berjenis Aedes aegypti. Kecamatan Cengkareng merupakan wilayah endemis DBD dengan kasus kejadian yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan tren kejadian DBD serta faktor risikonya berbasis Sistem Informasi Geografi (SIG). Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Kelurahan Cengkareng. Rancangan penelitian ini adalah studi ekologi dengan pendekatan deskriptif analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian DBD tertinggi terjadi pada tahun 2024 terutama di Kelurahan Kapuk, kejadian DBD berdasarkan kepadatan Penduduk menunjukkan pola mengelompok (clustered), kejadian DBD berdasarkan Angka Bebas Jentik menunjukkan pola menyebar (dispersed), kejadian DBD berdasarkan umur menunjukkan pola acak (random), kejadian DBD berdasarkan jenis Kelamin menunjukkan pola menyebar (dispersed). Saran yang direkomendasikan agar pemerintah, masyarakat serta petugas kesehatan bekerjasama dan berperan aktif dalam memutus penularan serta mencegah peningkatan kejadian DBD.

References

L. N. Amalia, R. D. Alnur, and Y. Farradika, “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus pada Masyarakat Kecamatan Kalideres Kota Jakarta Barat Tahun 2022,” PubHealth J. Kesehat. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 61–66, 2023, doi: 10.56211/pubhealth.v2i2.347.

A. Irawan and E. Suryati, “Lingkungan Fisik, Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus Dan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Puskesmas Payung Sekaki,” J. Ilmu Dan Teknol. Kesehat. Terpadu, vol. 1, no. 1, pp. 20–27, 2021, doi: 10.53579/jitkt.v1i1.5.

“Dengue- Global situation,” May 2024. Accessed: Jul. 08, 2025. [Online]. Available: https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2023-DON498

CDC, “Areas with Risk of Dengue,” 2025. [Online]. Available: https://www.cdc.gov/dengue/areas-with-risk/index.html

Kemenkes, Profil Kesehatan. 2023.

Dinkes Jakarta, “Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi.” [Online]. Available: https://surveilans-dinkes.jakarta.go.id/sarsbaru/rs_rekap.php

A. Susilawaty, Epidemiologi Lingkungan, vol. 21, no. 1. 2020.

Kemendagri, “Profil Perkembangan Kependudukan DKI Jakarta,” 2024. [Online]. Available: https://kependudukancapil.jakarta.go.id/profile_perkembangan_adminduk/

V. I. Girsang, H. S. Harefa, L. M. Siregar, and Sirait Asima, “Kepadatan Penduduk Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Medan,” J. Keperawatan Cikini, vol. 5, no. 2, pp. 224–239, 2024.

E. Chandra, “Pengaruh Faktor Iklim, Kepdatan Penduduk dan Angka Bebas Jentik (ABJ) Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Jambi,” J. Pembang. Berlanjutan, vol. 1, no. 1, pp. 1–15, 2019.

A. Shofifah, A. Widyartanto, and L. Sulistyorini, “Persebaran Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Faktor Kepadatan Penduduk, Curah Hujan, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) di Kota Madiun,” Media Gizi Kesmas, vol. 12, no. 1, pp. 172–178, 2023, doi: 10.20473/mgk.v12i1.2023.172-178.

O. J. Sumampouw, “Epidemiologi Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara,” Sam Ratulangi J. Public Heal., vol. 1, no. 1, p. 001, 2020, doi: 10.35801/srjoph.v1i1.27272.

R. Pratiwi, Y. Yuniati, and M. Buchori, “Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Status Perdarahan terhadap terjadinya Komplikasi pada Anak dengan Infeksi Dengue di RSUD Abdul Wahab Sjaharanie Samarinda,” J. Sains dan Kesehat., vol. 3, no. 2, pp. 212–217, 2021, doi: 10.25026/jsk.v3i2.274.

J. J. P. Sadukh and D. G. Suluh, “Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Berdasarkan Kepadatan Penduduk dan Luas Pemukiman Di Wilker PKM Sikumana, Kota Kupang Tahun 2019,” Oehònis J. Environ. Heal. Res., vol. 4, no. 2, pp. 59–63, 2021.

M. Riduwan, Analisis Spasial Dbd Lampung 2022, vol. 2022. 2023.

K. D. Pertiwi and I. P. Lestari, “Spasial Autokorelasi Sebaran Demam Berdarah Dengue Di Kecamatan Ambarawa,” Pro Heal. J. Ilm. Kesehat., vol. 2, no. 1, pp. 29–34, 2020, doi: 10.35473/proheallth.v2i1.389.

N. Hidayati, R. Amalia, and S. E. Windarso, “Analisis Spasial Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bantul Tahun 2022,” J. Kesehat. Masy. Indones., vol. 18, no. 4, pp. 27–33, 2023.

M. P. Iryanti, M. Raharjo, M. Martini, and N. E. Wahyuningsih, “Analisis Spasial Kejadian DBD Dengan Faktor Lingkungan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Panas Kota Batam,” J. Kesehat. Lingkung. Indones., vol. 23, no. 1, pp. 93–100, 2024, doi: 10.14710/jkli.23.1.93-100.

E. Rianti, D. Metasari, and F. Surahman S, “Hubungan Trombosit Dan Hematokrit Dengan Kejadian DBD Di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu Tahun 2022,” J. Vokasi Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 77–84, 2023, doi: 10.58222/juvokes.v2i2.164.

A. A. Sidharta, F. Diniarti, and D. Darmawansyah, “Analisis Spasial Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Bengkulu,” J. Vokasi Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 43–56, 2023, doi: 10.58222/juvokes.v2i2.162.

R. Pakaya, D. Daniel, P. Widayani, and A. Utarini, “Spatial model of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) risk: scoping review,” BMC Public Health, vol. 23, no. 1, pp. 1–16, 2023, doi: 10.1186/s12889-023-17185-3.

D. Prastowo, “Surveilans Demam Berdarah Dengue.” [Online]. Available: https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/67c7d1453854e53bdd32324a#:~:text=Surveilans Demam Berdarah Dengue (DBD,kasus DBD di suatu wilayah.

A. Choiruni, “Pola spasial temporal demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta,” J. Inf. Syst. Public Heal., vol. 6, no. 2, p. 38, 2021, doi: 10.22146/jisph.46584.

A. H. Elizabeth and R. Yudhastuti, “Gambaran Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat Tahun 2016-2020,” Media Gizi Kesmas, vol. 12, no. 1, pp. 179–186, 2023, doi: 10.20473/mgk.v12i1.2023.179-186.

Y. Yahya, “Indeks Entomologi Vektor Nyamuk Aedes spp. Di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue (DBD),” J. Kaji. Ilm. Kesehat. dan Teknol., vol. 6, no. 1, pp. 55–62, 2024, doi: 10.52674/jkikt.v6i1.128.

J. W. Rahmah, A. Onasis, L. Wati, R. F. Marza, and A. Gusti, “Kerawanan Kepadatan Jentik Terhadap Risiko Penularan Penyakit DBD di Kota Padang,” J. Kesehat. Lingkung. Mandiri, vol. 1, no. 1, pp. 28–39, 2022, doi: 10.33761/j3.v1i1.718.

D. Sofiana and J. R. Wuliandari, “Survei Nyamuk Aedes aegypti Menggunakan Ovitrap di Kelurahan Mersi dan Desa Ledug,” Sainteks, vol. 20, no. 1, p. 49, 2023, doi: 10.30595/sainteks.v20i1.16625.

A. Daariy, “Hubungan Kepadatan Nyamuk Aedes aegypti di Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Tahun 2019,” J. Nas. Kesehat. Lingkung. Glob., vol. 2, no. 3, 2021, doi: 10.7454/jnklg.v2i3.1008.

F. Yusy, Marlik, and Irwan Sulistio, “Pengaruh Angka Bebas Jentik Terhadap Kejadian Penyakit Dbd Tahun 2021,” Gema Lingkung. Kesehat., vol. 20, no. 1, pp. 61–64, 2022, doi: 10.36568/gelinkes.v20i1.12.

H. Notopuro, A. Irzaldi, and A. P. Pratama, “Analysis of Dengue Infection Severity among Ethnics in Surabaya, Indonesia,” Indian J. Public Heal. Res. Dev., vol. 11, no. 6, pp. 1510–1516, 2020, doi: 10.37506/ijphrd.v11i6.10025.

A. R. Harahap, “Hubungan Karakteristik Individu, Faktor Lingkungan Dan Perilaku Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskemas Tanjung Marulak Kota Tebing Tinggi,” Pharmacognosy Magazine. 75, 399-405, 2021.

F. Ramadani, N. Azizah, M. S. Ayu, and T. T. Lubis, “Hubungan Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue Di Rumah Sakit Haji Medan Periode Januari - Juni 2022,” Ibnu Sina J. Kedokt. dan Kesehat. - Fak. Kedokt. Univ. Islam Sumatera Utara, vol. 22, no. 2, pp. 189–195, 2023, doi: 10.30743/ibnusina.v22i2.498.

J. Z. Baitanu, L. Masihin, L. D. Rustan, D. Siregar, and S. Aiba, “Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, Mobilitas, Dan Pengetahuan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Wulauan, Kabupaten Minahasa,” vol. 4, pp. 1230–1242, 2022.

B. Hernawan and A. R. Afrizal, “Hubungan antara Jenis Kelamin dan Usia dengan Kejadian Dengue Syok Sindrom pada Anak di Ponorogo,” Publ. Ilm., pp. 80–88, 2020.

Downloads

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles