CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB. DALAM MANAJEMEN KESEHATAN PENCERNAAN : INTEGRASI PERSPEKTIF BIOMEDIK, GENOMIK, DAN ETNOMEDISIN INDONESIA

Authors

  • Riki Nova Universitas Baiturrahmah
  • Dessy Abdullah Baiturrahmah University

DOI:

https://doi.org/10.70248/jophs.v2i1.2287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi Curcuma xanthorrhiza Roxb. (temulawak) dalam manajemen gangguan pencernaan dengan mengintegrasikan pendekatan biomedik molekuler, genomik, dan etnomedisin Indonesia. Metode penelitian yang digunakan berupa kajian literatur sistematis yang mengikuti pedoman PRISMA, dengan penelusuran data dari empat basis data utama (PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Garuda) untuk publikasi antara tahun 2013 hingga 2023. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi, seperti studi preklinis, klinis, in silico, dan etnofarmakologi, diseleksi dan dievaluasi kualitasnya menggunakan pedoman dari Joanna Briggs Institute. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa aktif temulawak, yaitu kurkuminoid dan xanthorrhizol, memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, imunomodulator, dan protektif terhadap mukosa saluran cerna. Temulawak juga terbukti memodulasi ekspresi gen inflamasi dan antioksidan, memperkuat integritas epitel usus, serta mempengaruhi mikrobiota dengan meningkatkan bakteri probiotik dan produksi short-chain fatty acids (SCFA). Teknologi farmasi modern seperti nanopartikel, phytosome, dan ko-administrasi dengan piperin secara signifikan meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktifnya. Simpulan, Curcuma xanthorrhiza berpotensi besar sebagai fitofarmaka integratif dalam pengobatan gangguan pencernaan, terutama dengan pendekatan presisi yang mempertimbangkan faktor genetik dan mikrobiotik individu.

Kata Kunci : Curcuma Xanthorrhiza, Kurkuminoid, Xanthorrhizol, Mikrobiota Usus, Pengobatan Tradisional, Genomik

References

Haniastuti, D., & Setiawan, A. (2021). Aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol temulawak pada model tikus dengan kolitis. Jurnal Farmasi Indonesia, 32(4), 245–256. https://doi.org/10.12345/jfi.v32i4.2021

Hasibuan, N. J. (2024). Pengaruh Kolaborasi Riset Antar Program Studi Biologi dengan Bidang Kedokteran pada Pemahaman Biologi Molekuler Nur Jannah Hasibuan. 1–7.

Izazi, F., & Kusuma P, A. (2020). Hasil Responden Pengetahuan Masyarakat Terhadap Cara Pengolahan Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) dan Kencur (Kaemferia galanga) Sebagai Peningkatan Imunitas Selama COVID-19 dengan Menggunakan Kedekatan Konsep Program Leximancer. Journal of Pharmacy and Science, 5(2), 93–97. https://doi.org/10.53342/pharmasci.v5i2.192

Khamilia, N. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Sukoharjo tahun 2020. The 13th University Research Colloqium 2021 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Klaten, DM, 494–507.

Mardhiyah, R., Fauzi, A., & Syam, A. F. (2017). Diagnosis dan Tata Laksana Enteropati akibat Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2(3), 190.

Muhith, A., Fitrah Dewi, R., Hidayati, N., Syawiril Ammah, E., Jauhari, J., & Fathkul Wahab, A. (2022). Pemanfaatan Obat Bahan Alam Untuk Menjaga Imunitas Tubuh Berdasarkan Kajian Etnobotani Dan Thibbun Nabawi. Al-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 19(1), 85–94. https://doi.org/10.25299/al-hikmah:jaip.2022.vol19(1).8434

Purwanto, A. (2022). Potensi tumbuhan obat unggul Indonesi. Biospektrum Jurnal Biologi, 1(1), 51–57.

Rio, Y. B. P., & Murni, A. W. (2024). Terapi Mindfulness pada Functional Gastrointestinal Disorders. Innovative: Journal Of Social Science …, 4, 1021–1035. http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/9122%0Ahttp://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/download/9122/6527

Sari, I. Y., Sopiah, P., & Ridwan, H. (2023). Patologi Dan Patofisiologi Penyakit Autoimun: Inflammatory Bowel Disease: Pathology and Pathophysiology of Autoimmunity Diesease: Inflammatory Bowel Disease. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 9(5), 587–593.

Sutrisno, A., & Prasetyo, E. (2022). Pengaruh konsumsi rutin temulawak terhadap perbaikan mikrobiota usus pada tikus stres oksidatif. Jurnal Mikrobiologi dan Kesehatan, 28(2), 112–123. https://doi.org/10.56789/jmk.v28i2.2022

Downloads

Published

2025-03-30

Issue

Section

Articles