ASPEK KLINIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM PADA DEMAM TIFOID

Authors

  • Nirmala Nirmala Universitas Baiturrahmah, Padang
  • Debie Anggraini Universitas Baiturrahmah, Padang

DOI:

https://doi.org/10.70248/jophs.v2i1.2185

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Salmonella enterica serovar Typhi dan Paratyphi, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang termasuk Indonesia. Transmisi terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Artikel ini bertujuan untuk meninjau aspek etiologi, epidemiologi, patofisiologi, gejala klinis, diagnosis, tatalaksana, dan pencegahan demam tifoid, serta membahas peran rasio neutrofil-limfosit (NLR) dalam menilai keparahan penyakit. Metode: Kajian ini dilakukan berdasarkan telaah pustaka dari berbagai literatur terkini dan sumber referensi primer yang relevan terkait patogenesis, diagnosis laboratorium (biakan darah, tes Widal, Tubex, dan PCR), serta terapi medikamentosa dan non-medikamentosa demam tifoid. Hasil: Demam tifoid menunjukkan gejala progresif mingguan, termasuk demam tinggi, gangguan gastrointestinal, dan komplikasi sistemik bila tidak ditangani. Diagnosis dini melalui biakan darah dan metode molekuler sangat penting untuk outcome klinis yang baik. Antibiotik seperti sefalosporin generasi III dan azitromisin menjadi pilihan utama pengobatan. NLR berpotensi sebagai indikator inflamasi sistemik dan keparahan penyakit. Kesimpulan: Penanganan komprehensif demam tifoid meliputi terapi antimikroba, edukasi kesehatan, dan pencegahan melalui perbaikan sanitasi dan vaksinasi. Rasio NLR dapat digunakan sebagai biomarker tambahan dalam evaluasi infeksi tifoid secara klinis.

References

Aditya Nugraha, I. B., & Pradiptha, I. P. Y. (2023). Hipotiroid Kongenital Dan Gangguan Pendengaran. Ganesha Medicine, 3(2), 77–83. https://doi.org/10.23887/gm.v3i2.66825

Deliana, M., Batubara, J. R., Tridjaja, B., & Pulungan, A. B. (2016). Hipotiroidisme kongenital di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RS Ciptomangunkusumo Jakarta, tahun 1992-2002. Sari Pediatri, 5(2), 79. https://doi.org/10.14238/sp5.2.2003.79-84

Karunarathna, N., & Hettiarachchi, M. (2021). Cost-Effective Analysis of the Congenital Hypothyroidism Screening Program in Sri Lanka. Value in Health Regional Issues, 24, 181–186. https://doi.org/10.1016/j.vhri.2021.01.001

Kurniawan, L. B. (2020). Congenital Hypothyroidism: Incidence, Etiology and Laboratory Screening. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, 26(3), 375–380. https://doi.org/10.24293/ijcpml.v26i3.1527

Peters, C., & Schoenmakers, N. (2022). Mechanisms In Endocrinology: The pathophysiology of transient congenital hypothyroidism. European Journal of Endocrinology, 187(2), R1–R16. https://doi.org/10.1530/EJE-21-1278

Pulungan, A. B., Oldenkamp, M. E., van Trotsenburg, A. S. P., Windarti, W., & Gunardi, H. (2019). Effect of delayed diagnosis and treatment of congenital hypothyroidism on intelligence and quality of life: An observational study. Medical Journal of Indonesia, 28(4), 396–401. https://doi.org/10.13181/mji.v28i4.3473

Review, L. (2024). Page 57 of 8. 11(1), 57–64.

Rose, S. R., Wassner, A. J., Wintergerst, K. A., Yayah-Jones, N. H., Hopkin, R. J., Chuang, J., Smith, J. R., Abell, K., & LaFranchi, S. H. (2023). Congenital Hypothyroidism: Screening and Management. Pediatrics, 151(1), 1–10. https://doi.org/10.1542/peds.2022-060419

Setyaningsih, W., & Wulandari, R. D. (2022). The Evaluation of Congenital Hypothyroidsm Screening Program in Indonesia: A Literature Review. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 495–502. https://doi.org/10.30604/jika.v7i2.1161

Xi, Q., Jin, S., & Morris, S. (2023). Economic evaluations of predictive genetic testing: A scoping review. PLoS ONE, 18(8 August), 1–16. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0276572

Downloads

Published

2025-03-30

Issue

Section

Articles