HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERORANGAN, SANITASI LINGKUNGAN DAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UNAAHA TAHUN 2024
DOI:
https://doi.org/10.70248/jophs.v2i1.2139Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene perorangan, sanitasi lingkungan, dan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Unaaha, Kabupaten Konawe tahun 2024. Wasting merupakan salah satu indikator masalah gizi akut pada anak yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional dan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 124 balita yang diperoleh melalui teknik proportional random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square pada analisis bivariat, serta analisis univariat untuk distribusi variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara higiene perorangan (p=0,151) dan sarana jamban (p=0,145) dengan kejadian wasting. Namun, terdapat hubungan signifikan antara sarana air bersih (p=0,000), sarana pengelolaan sampah (p=0,018), sarana pembuangan air limbah (p=0,044), dan pola pemberian makan (p=0,000) dengan kejadian wasting. Simpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sanitasi lingkungan dan pola pemberian makan berperan penting dalam mencegah wasting pada balita.
Kata Kunci: Wasting, Higiene Perorangan, Sanitasi Lingkungan, Pola Pemberian Makan, Balita
References
Kemenkes RI, “Buku Saku Pencegahan Dan Tata Laksana Gizi Buruk Pada Balita Di Layanan Rawat Jalan Bagi Tenaga Kesehatan.” Kementrian Kesehatan RI, Jakarta, 2020.
WHO, “Nutrition Landacape Information System (NLIS).” World Health Organization, Geneva, 2010.
K. Anwar and L. S. Indria, “The Association Between Drinking Water Management Behavior and the Level of Macronutrient Adequency with Nutritional Status of Toddlers,” Amerta Nutr., vol. 6, no. 1SP, pp. 306–313, 2022, doi: 10.20473/amnt.v6i1sp.2022.306-313.
Y. Wulandari, “Hubungan Antara Personal Hygiene, Sanitasi Lingkungan, Dan Pola Pemberian Makan Dengan Kejadian Wasting Di Desa Mojorayung Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun,” 2020.
R. Apriliani et al., “Hubungan Personal Hygiene Dengan Kejadian,” vol. 2, no. 2, pp. 221–234, 2022.
H. L. Simanihuruk, Y. Ludang, S. Arifin, Firlianty, Nawan, and V. Amelia, “Hubungan Penggunaan Air Bersih Dan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Stunting Di Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya,” J. Cakrawala Ilm., vol. 2, no. 6, pp. 2759–2772, 2023, doi: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i6.5129.
T. Y. Fatmawati, I. I. Indrawati, and A. A. Ariyanto, “Analisis Penggunaan Air Bersih, Mencuci Tangan, Membuang Tinja Dengan Kejadian Diare Pada Balita,” J. Endur., vol. 2, no. 3, p. 294, 2017, doi: 10.22216/jen.v2i3.2245.
Triveni, Rici Gusti Maulani, and Nuari Andolina, “Hygiene Sanitasi Terhadap Kejadian Wasting Pada Bayi Usia 0-59 Bulan,” Pro Heal. J. Ilm. Kesehat., vol. 5, no. 1, pp. 320–323, 2023, doi: 10.35473/proheallth.v5i1.2096.
H. Sasmita, “Poltekita : Jurnal Pengabdian Masyarakat,” vol. 4, pp. 259–267, 2023, doi: 10.33860/pjpm.v4i1.1477.
F. Gurusinga, “Faktor Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Merdeka Tahun 2023.” 2023.
M. Majdi, E. Siswandi, H. Solehah, and L. K. A. Diyatna, “Jarak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah Dan Tingkat Kepadatan Lalat Di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur,” J. Sanitasi dan Lingkung., vol. 2, no. 1, pp. 111–120, 2021.
S. Hasanah, S. Handayani, and I. R. Wilti, “Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Indonesia (Studi Literatur),” J. Keselam. Kesehat. Kerja dan Lingkung., vol. 2, no. 2, pp. 83–94, 2021, doi: 10.25077/jk3l.2.2.83-94.2021.
K. R. Islands et al., “Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Membuang Air Limbah Rumah Tangga Dan Ketersediaan Saluran Pembuangan Air Limbah ( Spal ) Di Desa Tanjungberlian Barat , Karimun Kepulauan Riau Description of Knowledge and Attitude of People to Dispose of Household Waste,” vol. Vol.2, no. No.1, Mei 2022, pp. 55–63, 2022.
D. Lilia and F. Novitry, “Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Lubuk Baru Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Penyandingan Kab OKU Tahun 2022,” J. Saf. Heal., vol. 2, no. 2, pp. 36–46, 2022.
E. A. Fibrianti, I. Thohari, and M. Marlik, “Hubungan Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Puseksmas Loceret, Nganjuk,” J. Kesehat., vol. 14, no. 2, pp. 127–132, 2021, doi: 10.32763/juke.v14i2.339.
I. Permatasari and I. Permatasari, “Hubungan Pola Makan Anak dan Status Gizi Anak Usia Sekolah (The Relationship Between Diet and Nutritional Status of School-Age Children),” vol. 12, no. 1, pp. 209–213, 2023.
A. Ali, “Pembahasan Literatur pada Makanan dalam Perspektif Islam dan Kesehatan Kepada Mahasiswa Farmasi Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Abstrak,” J. Kesehat. Ilm. Indones. ( Indones. Heal. Sci. J., vol. 8, no. 2, pp. 15–27, 2023.















