ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN FREKUENSI TERJADINYA ISPA PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR PROJO AMBARAWA

Authors

  • Ashri Inayah Universitas Negeri Semarang
  • Arum Siwiendrayanti Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.70248/jophs.v2i1.1924

Keywords:

Sumber polutan, Masa berjualan, Penggunaan masker, ISPA

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular yang berasal dari saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit mulai dari yang teringan hingga penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor penjamu dan faktor lingkungan. Berdasarkan kunjungan pasien di Balkesmas Wilayah Ambarawa Tahun 2024 pada Triwulan 2, ISPA masuk ke dalam 10 besar penyakit dengan jumlah kunjungan sebanyak 483 kasus. Di samping itu, Kecamatan Ambarawa memiliki pasar dengan banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan, sehingga konsentrasi zat pencemar yang ada di udara dapat menimbulkan isiko kesehatan pada pedagang tersebut, salah satunya adalah ISPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan frekuensi terjadinya ISPA pada pedagang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif dan studi penelitian Cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 responden dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan wawancara dan observasi dengan menggunakan jenis instrument lembar kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p-value=0,048), pendidikan (p-value=0,015), masa berjualan (p-value=0,016), sumber polutan (p-value=0,033), dan penggunaan masker (p-value=0,021) dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Sedangkan riwayat penyakit (p-value=1,00) menunjukkan tidak ada hubungan dengan frekuensi ISPA pada pedagang pinggir jalan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, masa berjualan, sumber polutan, dan penggunaan masker dengan frekuensi terjadinya ISPA. Sedangkan tidak ada hubungan antara riwayat penyakit dengan frekuensi terjadinya ISPA.

References

A. Ariano, A. R. Bashirah, D. Lorenza, M. Nabillah, S. N. Apriliana, and K. Ernawati, “Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut ( ISPA ) di Desa Talok Kecamatan Kresek,” Kedokt. Yars., vol. 27, no. 2, pp. 76–83, 2019.

L. M. Kurniawidjaja and D. H. Ramdhan, Buku Ajar Penyakit Akibat Kerja dan Surveilans. Jakarta: UI Publishing, 2019.

M. D. Purnama, “Polusi Udara Berpotensi Menimbulkan ISPA, Dosen FK Ungkap Langkah Pencegahannya,” 2023. https://www.unesa.ac.id/polusi-udara-berpotensi-menimbulkan-ispa-dosen-fk-ungkap-langkah-pencegahannya (accessed Jul. 06, 2024).

“Buku Saku Kesehatan Triwulan 2 Tahun 2024.” Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Semarang, p. 186, 2024.

F. Achmad, “Analisis Kinerja dan Kapasitas Jalan Jendral Sudirman Akibat Aktivitas Pasar Projo Ambarawa,” Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, 2024.

M. Aidil, E. Pangestuti, F. Yasin, and N. Fajri, Negeri Titik Tinta. Guepedia, 2019.

R. E. Pamungkas, Sulistiyani, and M. Rahardjo, “Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (Arkl) Akibat Paparan Karbon Monoksida (Co) Melalui Inhalasi Pada Pedagang Di Sepanjang Jalan Depan Pasar Projo Ambarawa Kabupaten Semarang,” J. Kesehat. Masy., vol. 5, no. 5, pp. 824–831, 2017.

M. A. Nurrizqi, H. E. Wardani, and R. W. Gayatri, “Hubungan Riwayat Penyakit, APD, Pendidikan, Dan Umur Dengan Keluhan Ispa pada Pekerja di Kawasan Industri Mebel Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan,” Sport Sciens Heal., vol. 1, no. 1, pp. 39–50, 2019.

I. Schöllgen, J. Morack, F. J. Infurna, N. Ram, and D. Gerstorf, “Health Sensitivity: Age Differences in the Within-person Coupling of Individuals’ Physical Health and Well-Being,” Dev Psychol, vol. 52, no. 11, pp. 1944–1953, 2017, doi: 10.1037/dev0000171.

T. Wijayanti and S. Indarjo, “Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Penderita ISPA Pada Pekerja Pabrik di PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Kebun Batujamus/ Kerjoarum Karanganyar,” J. Heal. Educ., vol. 3, no. 1, pp. 58–64, 2018, doi: https://doi.org/10.15294/jhe.v3i1.13651.

L. R. S. Putri, R. Yuliwulandari, and F. Arifandi, “Hubungan Tingkat Pendidikan dan Pengetahuan Orang Tua dengan Kejadian Penyakit Infeksi Saluranpernapasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Cianjur Kota dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam,” J. Pendidik. dan Konseling, vol. 4, no. 6, pp. 6225–6234, 2022.

I. S. Fuqoha, A. Suwondo, and S. Jayanti, “Hubungan Paparan Debu Kayu Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Pekerja Mebel di PT. X Jepara,” J. Kesehat. Masy., vol. 5, no. 1, pp. 378–386, 2017.

B. H. Putra and R. Afriani, “Kajian Hubungan Masa Kerja, Pengetahuan, Kebiasaan Merokok, dan Penggunaan Masker Dengan Gejala Penyakit ISPA pada Pekerja Pabrik Batu Bata Manggis Gantiang Bukittinggi,” Hum. Care J., vol. 2, no. 2, pp. 48–54, 2017, [Online]. Available: https://ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/view/70%0Ahttps://ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/view/70.

Nuraiska, N. Syam, and A. Gafur, “Hubungan ALT Bakteri Dengan Gejala ISPA Pada Penjual Pasar Induk Minasa Maupa Kabupaten Gowa,” Wind. Public Heal. J., vol. 3, no. 3, pp. 537–545, 2022.

A. Muis and M. Kahfi, “Sumber Polutan Dalam Rumah dan Sanitasi Fisik Rumah Dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Wonggeduku Kabupaten Konawe,” J. Ilm. Amanah Akad., vol. 4, no. 2, pp. 182–203, 2021.

S. Husna, Sakdiah, R. Idayati, M. Safri, V. D. Mulia, and Bakhtiar, “Hubungan Sumber Polutan dalam Rumah dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Sanai, Mukomuko, Bengkulu,” J. Kedokt. Nanggroe Med., vol. 5, no. 1, pp. 1–10, 2022.

E. D. Kartiningrum, “Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian ISPA pada Balita di Desa Kembang Sari Kec. Jatibanteng Kab.Situbondo,” Hosp. Majapahit, vol. 8, no. 2, pp. 29–41, 2016.

K. Prabowo and B. Muslim, Bahan Ajar Kesehatan Lingkungan: Penyehatan Udara. Jakarta: Kementerian Kesehatan, 2018.

R. Umah and E. Gusmira, “Dampak Pencemaran Udara terhadap Kesehatan Masyarakat di Perkotaan,” J. Manajemen, Bisnis dan Akunt., vol. 3, no. 3, pp. 103–112, 2024, doi: 10.58192/profit.v3i3.2246.

B. Eneyew et al., “Prevalence and Associated Factors of Acute Respiratory Infection Among Street Sweepers and Door-to-Door Wate Collectors in Dessie City, Ethiopia: A Comparative Cross-sectional Study,” PLoS One, vol. 16, no. 5, pp. 1–19, 2021, doi: 10.1371/journal.pone.0251621.

Z. Emiru, M. Gezu, T. Y. Chichiabellu, L. Dessalegn, and A. A. Anjulo, “Assessment of Respiratory Symptoms and Associated Factors Among Solid Waste Collectors in Yeka Sub City, Addis Ababa, Ethiopia,” J. Public Heal. Epidemiol., vol. 9, no. 6, pp. 189–197, 2017, doi: 10.5897/JPHE2017.0928

Downloads

Published

2025-03-02

Issue

Section

Articles