ANALISIS SEMIOTIKA MEME AMERIKA VS IRAN DI TWITTER
DOI:
https://doi.org/10.70248/jolale.v2i4.3444Abstract
Meme tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik, sindiran, dan representasi kondisi sosial-politik global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis meme pertandingan antara Amerika Serikat vs Iran dalam ajang piala dunia Qatar 2022 di twitter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak melalui teknik rekam layar (screenshoot) dengan memanfaatkan smartphone (gawai) sebagai media pengumpulan data. Data yang ditemukan dianalisis sesuai dengan teori semiotika Pierce yang menekankan 3 unsur utama, yaitu tanda, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 9 meme yang berkaitan dengan pertandingan Amerika vs Iran pada piala dunia di twitter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda dalam meme diwujudkan melalui unsur visual dan verbal, seperti gambar kerusuhan, bangunan terbengkalai, stadion rusak, pesawat tempur, peta wilayah, bendera negara, serta tokoh politik yang dikombinasikan dengan teks singkat. Objek dalam meme adalah pertandingan sepak bola Amerika Serikat vs Iran yang dikaitkan dengan sejarah konflik politik kedua negara. Adapun interpretant menunjukkan bahwa meme dimaknai sebagai bentuk satire dan sindiran terhadap potensi konflik global, khususnya narasi tentang perang dunia ketiga. Satire dibangun melalui penggunaan ikon berupa visual peperangan dan kehancuran, indeks berupa tanda ancaman dan ketegangan, serta simbol berupa bendera negara, tokoh politik, dan peta wilayah yang merepresentasikan relasi kekuasaan geopolitik. Selain itu, bahasa satire dalam meme berfungsi untuk mengekspresikan kecemasan kolektif, menyindir sensasionalisme publik, serta mendekonstruksi narasi berlebihan mengenai perang dunia ketiga. Dengan demikian, meme di twitter dapat dipahami sebagai media ekspresi yang efektif dalam menyampaikan kritik secara tidak langsung melalui humor dan ironi.
References
Akram, U., & Drabble, J. (2022). Mental health memes: beneficial or aversive in relation to psychiatric symptoms? Humanities and Social Sciences Communications, 9(1), 1–6. https://doi.org/10.1057/s41599-022-01381-4
Andriani, V. W. (2019). Meme Politik Setya Novanto Sebagai Representasi Demokrasi Digital di Indonesia: Analisis Wacana Kritis. Adabiyyāt: Jurnal Bahasa Dan Sastra, 3(2), 231–260. https://doi.org/10.14421/ajbs.2019.03205
Arianto, B. (2023). Media Sosial Sebagai Sluran Komunikasi Digital Kewargaan: Studi Etnografi Digital. Arkana: Jurnal Komunikasi Dan Media, 2(2), 220–236.
Cesar, H. P., & Aprilia, M. (2023). Komunikasi Anonim dalam Pemanfaatan Autobase Sebagai Media Informasi (Studi Netnografi pada Pengguna Akun @jogjamnfs di Twitter). Inter Komunika: Jurnal Komunikasi, 7(1), 1. https://doi.org/10.33376/ik.v7i1.1731
Chandler, D. (2007). The Basics Semiotics. Routledge.
Efendi, E., Irfan, M. S., & Rifqi, R. H. (2024). Semiotika Tanda dan Makna. Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 154–163. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i1.3329
Hasibuan, I. N., & Hasan, S. (2025). Evolusi Bahasa Digital dari Meme Hingga Metaverse. Vijnana: Jurnal Hasil Penelitian Multidisiplin, 1(1), 23–31.
Ibrahim, Absri, & Wilda, R. (2025). Strategi Linguistik dalam Kritik Politik : Analisis Wacana Kritis Bahasa Kiasan Pada Stand-Up Comedy Indonesia. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 8(3), 851–870.
Irmadini, I. M., Purwanto, E., Fitri, Agustin, N., & Agustin, M. (2025). Budaya Meme sebagai Ekspresi Budaya Populer Generasi Z. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(3), 10. https://doi.org/10.47134/dkv.v2i3.4273
Lestari, K. W., & Joko, P. (2025). Analisis Semiotik (Simbol, Ikon, Indeks) Pada Naskah Lakon Belum Tengah Malam Karya Syaiful Affair. Argopuro: Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 8(4).
Mihaljević, M., Hudeček, L., & Lewis, K. (2022). Coronavirus-related neologisms: A challenge for Croatian standardology and lexicography. Lexicography of Coronavirus-Related Neologisms, 163–190. https://doi.org/10.1515/9783110798081-009
Neyarasmi, F., & Nur, H. (2024). Bahasa Sindiran di Twitter (X): Studi Pragmatik Terhadap Tweet Politik Populer. Aufklarung: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 4(1), 28–35.
Nizar, A. Z., & Aesthetika, M. (2024a). Analisis Semiotika Meme Satir di Akun Twitter @memefess. In INTERACTION: Communication Studies Journal (Issue 1). https://doi.org/10.xxxxx/xxxxx
Nizar, A. Z., & Aesthetika, N. M. (2024b). Analisis SemiotikaMeme Satir di Akun Twitter @memefess. Interaction: Communication Studies Journal, 1(1), 161–171.
Nur, D., Nurfadilah, S. I., & Nur, R. M. (2024). Dampak Sosiologi Digital Terhadap Perubahan Sosial Budaya Pada Masyarakat Masa Depan. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 123–135.
Pamungkas, Y. C., Agoes, Moh. M., & Ryan, P. (2024). Konstruksi Realitas Sosial di Indonesia dalam Peran Media dan Identitas Budaya di Era Globalisasi. Metta: Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(4), 28–36.
Pranata, A., & Widyatama, R. (2025). The Representation of Political Memes on Social Media X (Twitter): A Semiotic Analysis of Popular Culture Products. Communications, 7(2), 128–148.
Prihantoro, E., Winda, W., & Rizky, W. R. (2024). Pengaruh Terpaan Meme Politik, Kualitas Informasi, dan Literasi Digital Terhadap Sikap Pemilih Pemula di Jabodetabek. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 13(2), 351–371.
Rahma, A. A. R., Hilma, A., & Khaliq, F. (2024). Peran Media Sosial dalam Dinamika Sosial Masyarakat Kontemporer. Jurnal Komunikasi Digital Dan Penyiaran Islam, 1(2), 24–30.
Roosdinda, F. W., & dkk. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Zahir Publishing.
Rosidin, O., & Asep, M. (2020). Sumpah Serapah Sebagai Perwujudan Penghinaan dalam Wacana Monolog Meme Pilpres 2019. Jurnal Membaca, 5(1), 53–62.
Saputra, F. J., Setiawan Djuharie, O., & Djati, G. (2025). Semantic Shift And Word Formation In Digital Campus Vernacular: A Semantic Analysis Of Meme Language On The @Uinsgdawg Instagram Account (March 25-APRIL 25). Jurnal Multidisiplin Ilmu Bahasa, 9. https://doi.org/10.8734/argopuro.v1i2.365
Suhantoro, I., & Sufyanto. (2024). Meme sebagai Katalisator Politik di Media Sosial Indonesia. Interaction: Communication Studies Journal, 1(2), 119–128.
Sulastri, S., Chai, A., & Hariati, R. (2025). Simbol dan Makna Legenda Kamang Kabupaten Landak Kalimantan Barat: Sebuah Pendekatan Semiotika. Wahana Pedagogika, 07(02), 66–71.
Wahyudi, R. F., Cangara, H., & Hasrullah. (2022). Fenomena Meme dan Ruang Publik dalam Media Sosial. Al-Munzir, 15(2), 159–176.
















