PERAN PENDIDIKAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGATASI KESENJANGAN PENDIDIKAN DI MASYARAKAT

Authors

  • Ridwan Hermawan Institut Madani Nusantara
  • Nisa Putri Wulandari Institut Madani Nusantara
  • Vera Siti Magfiroh Institut Madani Nusantara
  • Cecep Hilman Institut Madani Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.70248/joire.v1i3.2761

Keywords:

Pendidikan Berbasis Masyarakat, Kesenjangan Pendidikan, dan Inklusi Pendidikan

Abstract

Kesenjangan pendidikan masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, terutama pada masyarakat yang kurang terjangkau oleh layanan pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan berbasis masyarakat sebagai alternatif strategis dalam mengatasi kesenjangan tersebut. Metode yang digunakan adalah kajian teoritis dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat memiliki potensi besar dalam memperluas akses dan pemerataan pendidikan, terutama bagi kelompok marjinal. Pendekatan ini bersifat partisipatif, kontekstual, dan fleksibel, sehingga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik lokal. Selain itu, keterlibatan aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan turut memperkuat rasa kepemilikan dan keberlanjutan program. Kajian ini menyimpulkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat tidak hanya mampu menjadi pelengkap sistem pendidikan formal, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial yang inklusif. Untuk itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh lokal, agar pendekatan ini dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan dalam rangka mengurangi kesenjangan pendidikan di masyarakat.

References

Baldridge, B. J., Beck, N., Medina, J. C., & Reeves, M. A. (2017). Toward a new understanding of community-based education: The role of community-based educational spaces in disrupting inequality for minoritized youth. Review of Research in Education, 41(1), 381–402. https://doi.org/10.3102/0091732X16688622

Brookings Institution. (2021). Beyond reopening schools: How education can emerge stronger than before COVID-19. Retrieved from https://www.brookings.edu

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. (2022). Laporan pelaksanaan PKBM berbasis desa. Jakarta: Kemendikbudristek.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. New York: Herder and Herder.

Ibrahim, R. (2017). Pendidikan berbasis nilai budaya lokal dalam masyarakat multikultural. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(2), 157–165.

Kemendikbud. (2023). Laporan tahunan pendidikan nasional 2023. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson Education.

Roy, B. (2010). The barefoot college: Teaching skills for rural transformation. TED Talk.

Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Setiawan, B. (2019). Membangun pendidikan alternatif berbasis komunitas. Jurnal Pendidikan Masyarakat, 5(1), 23–34.

Suryadi, A. (2019). Peran pemerintah dalam pemberdayaan pendidikan masyarakat. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 14(2), 102–113.

Sutarto, Y., & Mardikanto, T. (2020). Model pemberdayaan pendidikan berbasis masyarakat dalam pembangunan desa. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 45–56.

Tilaar, H. A. R. (2009). Kebijakan pendidikan: Peran komunitas dalam pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

UNESCO. (2022). Global education monitoring report 2022: Education in a post-COVID world. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

World Bank. (2020). Indonesia: Education sector assessment. Washington, DC: World Bank.

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Zubaedi. (2011). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2025-05-30

Issue

Section

ART