COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PELAKSANAAN PROGRAM GREEN POLICING OLEH KEPOLISIAN DAERAH RIAU
DOI:
https://doi.org/10.70248/jogapa.v3i3.3780Keywords:
Collaborative Governance, Green Policing, Polda Riau, Lingkungan Hidup.Abstract
Penelitian ini mengangkat permasalahan lingkungan yang ada di provinsi Riau, seperti permasalahan Karhutla, Defortasi, dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Collaborative Governance dalam program Green Policing oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Program Green Policing merupakan inisiatif strategis untuk mengintegrasikan tugas kepolisian dengan pelestarian lingkungan guna mengatasi isu deforestasi, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kejahatan lingkungan di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini meliputi Kabid Humas Polda Riau, Kabag Dalpres, serta perwakilan stakeholder dari LSM Persatuan Hijau Riau, Duta Green Policing, dan komunitas Green Policing Runners. Analisis data menggunakan teori Ansell dan Gash (2008) yang mencakup empat indikator utama: kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah berjalan melalui model pentahelix yang inklusif dan kepemimpinan yang fasilitatif. Namun, terdapat hambatan signifikan pada desain kelembagaan, khususnya belum adanya standardisasi Nota Kesepahaman (MoU) yang menyeluruh dengan seluruh stakeholder. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan kapasitas SDM dan anggaran, ego sektoral, serta ketidakselarasan regulasi antara tingkat daerah dan nasional. Penelitian ini menyarankan penguatan aspek legal formal kerjasama dan transformasi budaya kerja dari pola top-down menuju kemitraan strategis yang lebih partisipatif.
References
Andri, S., Rusli, Z., & Yusri, A. (2023). The Dynamics of Collaborative Governance in Realizing Order and Security (A Study on Community Policing Forum in Pekanbaru City). Proceeding International Conference on Economic and Social Sciences, 1, 501–515.
Damanik, M. O., & Rahayu, A. Y. S. (2021). Kolaborasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di provinsi riau ditinjau dari model tata kelola kolaboratif. Publikauma: Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area, 9(2), 44–54.
Daryani, R., & Yustina. (2023). Collaborative Governance dalam Pengelolaan Lahan Gambut Upaya Pencegahan Kebakarahan Lahan di Riau. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 25092–25092. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/10589
Díaz, S., Settele, J., Brondízio, E. S., Ngo, H. T., Agard, J., Arneth, A., Balvanera, P., Brauman, K. A., Butchart, S. H. M., & Chan, K. M. A. (2019). Pervasive human-driven decline of life on Earth points to the need for transformative change. Science, 366(6471), eaax3100.
Ramdani, J. (2023). Inovasi Green Police Dalam Lensa Polri Yang Presisi : Kolaborasi Pencegahan Dan Penindakan Kerusakan Sungai Citarum. Jurnal Ilmu Kepolisian, 17(3), 16. https://doi.org/10.35879/jik.v17i3.427
Rusadi, S., & Adni, D. F. (n.d.). Evolusi Studi Global tentang Keberlanjutan Ekologis: Sebuah Kebijakan Adaptif untuk Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 23(2), 305–315.
















