MOBILISASI MASSA BERBASIS AGAMA DAN KEBIJAKAN PUBLIK: STUDI KASUS AKSI 212 DI INDONESIA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mobilisasi massa berbasis agama dalam Aksi 212 di Indonesia dapat terbentuk, dijalankan, serta memengaruhi kebijakan publik dan dinamika politik nasional, khususnya dalam konteks hubungan antara agama, kekuasaan, dan demokrasi di era pasca reformasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi (content analysis) terhadap berbagai literatur ilmiah, jurnal, buku, laporan, dan sumber dokumentasi terkait Aksi 212. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aksi 212 terbentuk melalui kombinasi ketidakpuasan sosial, isu keagamaan, serta peran aktor keagamaan dan jaringan media sosial yang secara sinergis membangun solidaritas kolektif berbasis identitas agama. Mobilisasi ini tidak hanya berdampak pada proses hukum kasus yang melatarbelakanginya, tetapi juga memengaruhi sensitivitas kebijakan pemerintah, memperkuat politik identitas dalam kontestasi elektoral, serta melahirkan aktor-aktor politik baru berbasis jaringan keagamaan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mobilisasi berbasis agama memiliki peran ganda, yaitu sebagai bentuk partisipasi politik masyarakat sekaligus sebagai faktor yang mampu mengubah arah kebijakan publik dan memperkuat dinamika politik identitas, yang pada saat yang sama menimbulkan tantangan terhadap pluralisme, kohesi sosial, dan stabilitas demokrasi di Indonesia.
References
Aminudin, M. (2023). Mobilisasi Gerakan 212 pada Pilkada DKI 2017. Socius: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 6(1), 1–14. https://ojs.daarulhuda.or.id
Apriani, A. P., Musyanova, S. A., & Zaneta, S. (2024). Sosial movement berbasis religiusitas: Studi kasus gerakan Aksi Bela Islam 212. Journal of Social Contemplativa, 2(1), 19–32.
Arifianto, A. R. (2020). Rising Islamism and the 212 movement in Indonesia. Contemporary Southeast Asia.
Castells, M. (2010). The power of identity. Wiley-Blackwell.
Diani, M., & McAdam, D. (Eds.). (2003). Social movements and networks: Relational approaches to collective action. Oxford University Press.
Du Gay, P., & Hall, S. (1996). Questions of cultural identity. SAGE Publications.
Fealy, G. (2016). Islamic populism in Indonesia: Politics, religion, and identity. Journal of Contemporary Asia, 46(3), 431–444.
Hadiz, V. R. (2018). Islamic populism in Indonesia and the Middle East. Cambridge University Press.
Hasan, N. (2018). New Islamic revival and populism in Indonesia: The rise of the 212 movement. Southeast Asian Studies, 7(2), 1–15.
Ibrahim, A., Ermatita, O., Oklilas, A. F., Sari, P., Utama, Y., & Kurnia, R. D. (2022). Peningkatan pengetahuan teknologi informasi untuk masyarakat Kelurahan Mariana Ilir. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 3(1), 207–212. https://doi.org/10.54082/jamsi.571
Ihsan, A. B. (2021). Corak ideologis partai politik Islam di Indonesia. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Islam, 7(1), 15–33.
Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427.
Mahadika, F., & Sardini, N. H. (2019). Radikalisasi isu agama dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Journal of Politic and Government Studies, 8(04), 131–140.
Melucci, A. (1995). The process of collective identity. In Social movements and culture (pp. 41–63). Routledge.
Mietzner, M. (2018). Fighting illiberalism with illiberalism: Islamist populism and democratic deconsolidation in Indonesia. Pacific Affairs, 91(2), 261–282.
Mouffe, C. (2005). On the political. Routledge.
Muallifa, R. N. L. (2024). Kilas balik politik identitas Pilkada DKI Jakarta 2017. Liputan6.com.
Saputra, A. T. D., & Sutiadi, D. (2020). Partisipasi politik umat Islam dalam Aksi 212. Ilmu Ushuluddin, 7(2), 127–150.
Sholehah, U. U. (2024). Peran partai politik Islam dalam kebijakan ekonomi syariah di Indonesia. Paraduta: Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 12(1), 21–38.
Slama, M. (2018). Social media and Islamic practice in Indonesia: Reconfiguring authority. Indonesia and the Malay World.
Sugiyono. (2024). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syukri, M. K., & Herdiansah, A. G. (2023). Faktor figur dalam mobilisasi politik Islam: Studi Habib Rizieq Shihab dalam Aksi 212. Politikom Indonesiana, 8(2), 164–177. https://doi.org/10.35706/politikom.v8i2.9525
Wahid Foundation. (2017). Laporan tahunan: Potret intoleransi dan mobilisasi keagamaan.
Warjiyati, S. (2019). Peranan partai politik Islam dalam konstelasi pemerintahan. Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Politik Islam, 9(2), 233–250.
















